Kembangkan Pupuk Organik Cair, Pria Inovatif di Bener Meriah ini Harapkan Dukungan Pemerintah

Syarifuddin menunjukkan pengolahan pupuk organik buatannya di rumahnya yang berada di Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah || Foto:Uri

REDELONG: Inovatif kata yang tepat menggambarkan sosok Syarifuddin, pria paruh baya warga Bener Meriah. Dari hasil kerja kerasnya, di rumah sederhananya di Kampung Wono Sobo Kecamatan Wih Pesam, ia mengolah pupuk organik untuk pertanian. Hasil inovasinya ini ternyata dapat menghemat cost modal petani kopi dan palawija menggarap pertanian mereka.

Ditemui di rumahnya, Syarifuddin mengatakan pupuk organik cair yang ia dikembangkan berhasil mendapatkan hasil uji lab terbaik dan terlengkap. Ia juga mengklaim mampu merangsang akar tanaman, menyembuhkan batang-batang yang sudah kering, cepat memulihkan dan sangat cepat merangsang buah serta perekat kembang.

Menurutnya, 1 liter pupuk organic dapat mengurangi kos petani untuk membeli 7 aitem pupuk kimia seperti halnya urea, foska, kalium, kalsium, Za, NPK dan JPT sebab Pupuk organic cair yang dibuat tersebut sudah sangat lengkap.

Untuk membuat pupuk alami itu, kata Syarifuddin ia membutuhkan bahan-bahan berupa sayur-mayur, buah-buahan, daun-daunan serta kotoran wallet. Proses pembuatannya memerlukan waktu selama satu bulan termasuk pengumpulan bahan-bahan, pemasakan pupuk dan waktu permentasi selama 14 hari serta pemerasan.

” Semua bahan untuk pupuk ini kita gunakan organic namun sudah seperti pupuk kimia,” ujarnya.

Adapun hasil uji lab yang dikeluarkan oleh Badan Peneliti dan Pengembangan Pertanian, Kementrian Pertanian pada 17 April 2018 pupuk organic cair tersebut jelas Syarifuddin, mengandung N 0,12 %, pH 4,01%, C.Organik 2,54,C/N Ratio, 21,17,P2O5 7 ,33% , K20 13,20%,Fe 2ppm, Mn 0,3ppm, Zn 2 ppm dan Cu 2PPM.

Selain mengirit cost petani pupuk tersebut lebih ramah lingkungan “ Jika hari ini kita mengunakan pupuk kimia sebanyak dua ton perhektarnya untuk pemupukan selanjutnya akan harus bertambah dan kebalikan jika pupuk organic jika hari banyak ini besoknya berkurang,” terangnya.

Cara pengunaan pupuk cair tersebut terangnya, dapat dilakukan penyemprotan terhadap daun tanaman kopi atau tanam lainya dari atas hingga ke daun baik batang maupun akar.

“ Untuk tanaman kopi sendiri pupuk ini juga dapat menyembukan penyakit bana hitam, jamur akar api,” sebutnya.

Ia mengaku banyak petani memesan pupuk buatannya itu. Jika ada yang berminat ia mempersilahkan masyarakat yang ingin membeli untuk mendatangi rumahnya dan memesan langsung.

“Untuk harganya, perliternya Rp 70.000″papar Syarifuddin.

Saat ditanya kendala yang ia hadapi dalam pengembangan usaha itu, ia membutuhkan peralatan yakni mesin-mesin pengolahan pupuk organik cair. Ia berharap adanya dukungan pemerintah. Saatnya ini  Syarifuddin masih melakukan pengolahan secara manual sehingga hanya bisa memproduksi dalam skala kecil.

Hingga saat ini ia juga sudah melakukan pengurusan izin dan melakukan uji lab namun terkendala dengan pengesahan Kementrian untuk nama produk.

“ Kita sudah melengkapi izin-izinnya hanya saja kita perlu tanda-tangan pejabat Kementrian terkait untuk pengesahan nama” sebutnya(Uri)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!