Kemarau, Warga Paya Tumpi Beli Air Rp 50.000 tiga kali Seminggu

0

TAKENGON-Kemarau kembali datang, sejumlah warga di di desa Paya Tumpi Baru Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, alami kekeringan. Hujan yang tidak kunjung turun beberapa minggu kebelakangan ini membuat warga terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

Rahmad, warga Paya Tumpi Baru mengatakan, sudah hampir dua bulan ini warga Paya Tumpi Baru kekeringan air” Warga disini kebanyakan mengandalkan air hujan yang ditampung dalam bak dirumah masing-masing, kalau enggak ada hujan ya terpaksa beli air”kata Rahmad, Sabtu (23/4/2016).

Dalam seminggu warga membeli air tiga kali, dengan harga Rp 50 000,- untuk dua galon fiber sedang”Ya gimana lagi, daripada enggak bisa mandi sama cuci baju dan masak, harus di beli juga” ujar Rahmad lagi.

Sumber air di Desa Paya Tumpi Baru memang sulit didapat, karena wilayahnya berada berbukit-bukit, beberapa kali warga setempat berusaha menggali sumur atau membuat sumur bor namun tetap sia-sia meskipun telah digali hingga puluhan meter.

“Berulangkali, warga mengusulkan untuk memasukan air PDAM, namun hingga kini tidak terlaksana, dulu beberapa rumah warga telah masuk air PDAM namun kini tidak lagi, entah kenapa,”jelas Rahmad lagi.

Desa Paya Tumpi Baru yang berada di kanan kiri jalan Takengon Bireuen ini memang sudah langganan kekeringan air disaat kemarau. Saat musim hujan tiba desa pemekaran ini juga kerap langganan longsor.

“Kami mengarapkan kepada Pemda untuk membantu warga mengatasi kekeringan air, seperti misalnya memasukan air PDAM, atau membantu warga mencari sumber air” harap Rahmad.

Komentar Anda
SHARE