Keluarga Miskin bayi penderita Hidrosefalus ini Menanti Bantuan Darmawan

TAKENGON: Malangnya nasib Miftahul Jannah, bayi penderita Hidrosefalus, saat ini ia butuh uluran tangan dermawan. Ia sedang dirawat di ruangan NICU  Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum (RSU) Datu Beru, Takengon.

Miftahul Jannah masih berusia 25 hari, anak dari Junaidi-Susi Mayani, warga Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Aceh. Kedua orang tuanya adalah petani.

Kondisi bayi ini, tampak tergulai lemah. Berat badannya merosot dengan selang disekujur tubuhnya, semakin miris tubuhnya kurus kering hanya kulit yang membaluti tubuhnya. Siapapun akan merasa iba saat melihatnya menangis histeris karena harus menahan rasa sakit.

Junaidi sang ayah mengatakan Miftahul Jannah lahir melalui tindakan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute Bener Meriah pada Selasa (5/9/2017) sekitar pukul 15:00 Wib.

Awalnya, anaknya itu diserang penyakit batuk hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit setempat dan divonis oleh dokter mengidap penyakit Hidrosefalus (pembengkakan kepala-Red).

“Waktu lahir beratnya 2,1 Kg. Ia juga sempat dirawat selama empat hari di Muyang Kute,” kata Junaidi kepada wartawan. Sabtu (30/9/2017).

dr. Muhammad Arief Manondang, SpA, yang menangani Miftahul Jannah mengatakan, pasien itu merupakan pasien rujukan dari RSUD Muyang Kute Bener Meriah. Menurutnya kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Ukuran kepala terus membesar dan berat badan Miftahul Jannah terus menurun.

“Berat badan saat ini sekitar 2 Kg, dari normal 2,5 Kg ke atas. Sementara lingkar kepala 37 CM, dari normal 34 CM,” terang Arif didampingi Wadir Pelayanan BLUD Datu Beru Takengon, Dr. Indra Lutfi kepada wartawan. Dokter menyarankan
Miftahul Jannah disarankan untuk segera diujuk ke Rumah Sakit Zainol Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

“Masalahnya sekarang, itu keluarga Miftahul Jannah miskin dan punya uang untuk kebutuhan hidup kalau harus dirujuk. Sementara kita tangani disini dulu,” ujarnya.

Hidrosefalus sendiri adalah suatu kondisi penumpukan cairan didalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak. Kepala penderita penyakit ini tidak memiliki ukuran normal dan cenderung membesar.

Saat ini pihak keluarga berharap uluran tangan Darmawan untuk membantu biaya berobat. (Wein Godank)

SHARE