Kejati Aceh Tetap “Lirik” Dana Kombatan Rp 650 Miliar

TAKENGON : Kejati Aceh Dr. Chaerul Amir, SH, MH yang baru dua bulan bertugas di Aceh, mengatakan ada 37 kasus yang sedang ditangani oleh pihaknya. Dengan total kerugian negara miliaran rupiah.

Usai makan siang di pendopo Bupati Aceh Tengah didampingi Bupati Nasaruddin, orang nomor satu di jajaran kejaksaan Aceh saat ditanya wartawan terkait dengan penanganan kasus di tahun 2017, Chaerul mengatakan sedang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dengan kasus yang sedang ditangani.

“Kita dalam penanganan kasus tidak bekerja sendiri, ada BPK dan BPKP yang punya kewenengan audit. Kita konsisten untuk melakukan penindakan terhadap kasus,” jelas Chaerul Amin.

Total kerugian dari kerugian seluruh kasus, yang paling menonjol adalah dana kombatan, senilai Rp. 650 miliar “Yang paling menonjol adalah dana kombatan,” jelas Chaerul yang datang ke Aceh Tengah dalam rangka konsolidasi internal.

Menurut Chaerul, semua perkara akan berjalan dengan baik, sesuai prosedur dan tidak ada yang berhenti. “Semua kasus berjalan dengan baik sesuai prosedur dan tidak ada yang berhenti,” kata Chaerul, (20/12) di pendopo bupati.

Menurutnya, sebagai pejabat baru dilingkungan kejaksaan harus mengetahui semua jajaranya hingga di kabupaten-kabupetan sebelum mengambil kebijakan dan membuat program, jelas Chaerul yang datang ke Kejaksaan Aceh Tengah, setelah itu menuju Kabupaten Gayo Lues dan Kotacane. (Putra Gayo)