Kedatangan Jokowi ke Bener Meriah Untuk Meresmikan Bandara Rembele

0

REDELONG-Kepala Biro Humas Sekretaris Daerah (Setda) Aceh Frans Dellian mengatakan presiden beserta rombongan direncanakan tiba di lokasi esok siang sekitar pukul 13.00 WIB.

“Informasi sementara yang kami terima Presiden akan tiba siang di Bener Meriah bersama rombangan dengan pesawat khusus,” ujar Frans di Takengon, Senin (29/2/2016).

Ia mengungkapkan setelah meresmikan bandara yang menghubungkan daerah wisata Dataran Tinggi Gayo itu, Jokowi beserta rombongan akan langsung kembali ke Jakarta.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata mengatakan pengembangan fasilitas Bandara Rembele telah dimulai sejak tahun 2014 hingga 2015 baik pada sisi udara maupun sisi darat.

“Pada sisi udara telah dibangun perpanjangan landasan dari semula 30 x 1.400 meter menjadi 30 x 2.250 meter. Selain itu telah dilakukan juga perluasan apron dari 80 meter x 106 meter menjadi 95 meter x 150 meter, pelapisan landasan pacu dan taxi way,” jelasnya.

Sedangkan pada sisi darat, pengembangan yang dilakukan di antaranya perluasan terminal dari semula 400 m2 menjadi 1.000 m2 dan juga mempercantik tampilan interior terminal.

“Perluasan terminal bandara tersebut diproyeksikan mampu menampung 200.000 penumpang per tahun,” katanya.

Potensi wisata alam di Kabupaten Bener Meriah ini tidak kalah oleh daerah lain di Indonesia. Diantaranya adalah Danau Laut Tawar, Goa Puteri Pukes, Pantan Terong dan Goa Loyang Koro yang di dalamnya terdapat benda-benda cagar budaya sejak ratusan tahun lalu.

Untuk menuju ke Kabupaten Bener Meriah, saat ini dapat diakses melalui jalur udara maupun darat. Melalui jalur darat dapat ditempuh selama ± 6 jam dari Banda Aceh dan ± 8 jam dari Medan. Sedangkan melalui jalur udara saat ini dapat ditempuh ± 1 jam dari Bandara Kualanamu menggunakan maskapai Penerbangan Susi Air 3 kali seminggu.

Kementerian Perhubungan sejak tahun 2014 hingga 2015 telah mengembangkan fasilitas Bandara Rembele baik pada sisi udara maupun sisi darat. Pada sisi udara telah dibangun perpanjangan landasan dari semula 30 x 1.400 m menjadi 30 x 2.250 m. Selain itu telah dilakukan juga perluasan apron dari 80 m x 106 m menjadi 95 m x 150 m, pelapisan runway dan taxiway.

Sedangkan pada sisi darat, Kementerian Perhubungan telah melakukan perluasan terminal dari semula 400 m2 menjadi 1.000 m2 dan juga mempercantik tampilan interior terminal. Perluasan terminal bandara tersebut diproyeksikan mampu menampung 200.000 penumpang pertahun.

Bandara Rembele saat ini hanya mampu didarati oleh pesawat sebesar Fokker 50 atau CN 235. Nantinya dengan pengembangan fasilitas tersebut, Bandara Rembele akan mampu didarati pesawat Boeing 737-series.

Dengan potensi wisata alam yang melimpah dan fasilitas bandara yang sudah dikembangkan, diharapkan semakin banyak maskapai penerbangan berjadwal yang akan menerbangi jalur ke bandara Rembele ini. Sehingga akan semakin memudahkan kunjungan wisatawan dan tentunya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bener Meriah. Selain sebagai gerbang wisata, Bandara Rembele juga dipersiapkan untuk mitigasi bencana. Karena daerah Bener Meriah dan Aceh Tengah merupakan daerah rawan bencana alam.

Pengembangan Bandara Rembele merupakan implementasi dari fokus kerja Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan kapasitas sarana transportasi dan kualitas layanan transportasi kepada masyarakat. Selain itu, juga sebagai perwujudan Nawa Cita Presiden RI, Joko Widodo untuk hadir melayani masyarakat di daerah terpencil dan belum berkembang‎.(DBS)

Komentar Anda
SHARE