Kecamatan Bintang Perlu Perhatian Serius Nova Iriansyah dan Shabela

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon: Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah perlu mendapat perhatian serius terkait pembangunan dari Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Bupati Shabela Abubakar. Pasalnya, kedua nama itu merupakan putra asli Kecamatan setempat.

Read More

Pernyataan tersebut mencuat dalam Musrenbang tahun 2020 tingkat Kecamatan Bintang yang diikuti 24 kampung yang tersebar di Kecamatan itu.

Salah satu masyarakat setempat Win Kiset menyampaikan, Kecamatan Bintang kian tertinggal, ia telah bosan mengusulkan program-program dari desa, menurutnya program yang diajukan itu tak pernah terealisasi. Bahkan kata dia, jika tahun ini tak juga terwujud yang diajukan itu, pihaknya tak lagi ikut dalam Musrenbang apapun.

“Kenapa ini bisa terjadi, jika dipikir-pikir Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar merupakan putra Kecamatan Bintang, seharusnya kampung halaman menjadi prioritas,” kata Wen Kiset saat menyampaikan aspirasinya, Rabu (11/02/2020) di Aula Camat Bintang.

Menanggapi pernyataan masyarakat itu, salah satu anggota DPRK Aceh Tengah Khairul Ahadian menyebut, masyarakat perlu mengubah Minsed dalam hal pengusulan program dalam setiap Musrembang baik didesa, kecamatan maupun Kabupaten, usulan yang diajukan itu kata dia, harus sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sekaligus sesuai dengan turunan visi dan misi Bupati.

“Sesuaikan dengan visi dan misi Bupati Aceh tengah, sehingga dalam realisasinya tidak banyak yang dicoret,” kata pria yang kerap disapa Erol itu sembari menyebut, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Bupati Shabela harus memberi angin segar ke Kecamatan Bintang.

Lain itu, ia meminta Kepala Desa yang ada di Kecamatan itu untuk berjibaku membebaskan lahan yang ada diseputaran lokasi wisata Pante Menye, sehingga menjadi salah satu tempat wisata yang refresentatif  dan menjadi unggulan di Aceh Tengah.

“Jika memungkinkan, Kepala Desa berjibaku menggunakan dana desa untuk itu, jangan hanya utamakan rabat beton. Artinya, setelah itu terwujud selanjutnya akan digelontorkan APBK kesana, contohnya dermaga pante menye yang baru saja dibangun saat ini,” terang politisi Partai Berkarya itu.

Selanjutnya ia meminta kepada pihak terkait untuk kembali membuat konsep tentang terminal yang ada di Kecamatan Bintang, berhubung didaerah itu merupakan sentral lintasan kearah Gayo Lues. Utamanya kata dia, usulan yang diajukan sesuai dengan skala prioritas untuk kepentingan masyarakat banyak yang bersipat mendesak.

Begitupun menyangkut sampah, dalam waktu dekat terangnya, Kecamatan Bintang diupayakan akan menjadi percontohan dalam hal pengolahan sampah yang baik dan benar. Sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) direncanakan bertempat di Serule.

“Ini sudah kita rencanakan, dalam waktu dekat mudah-mudahan akan terealisasi,” harap Khairul Ahadian.

Anggota Dewan yang hadir dalam Musrembang itu diantaranya, Ansari, Khairul Ahadian, Januar Efendi, Ilhamudin dan Desi Novita Andritany, turut Hadir SKPK Aceh Tengah, Camat Bintang, para mukim, dan para aparatur kampung yang ada di Kecamatan Bintang.(KAR)

Related posts