Kecam Kekerasan Terhadap Pers, Wartawan Gayo Gelar Aksi Solidaritas

0

img_20160816_121533-640x480-320x240.jpg

ACEH TENGAH-Wartawan Aceh Tengah dan Bener Meriah, gelar aksi solidaritas menanggapi kekerasan terhadap dua wartawan yang dilakukan oleh oknum TNI AU di Medan. Para wartawan mengelar aksi diam  dengan membawa berbagai spanduk dan poster berisi kecaman di depan Mapolres Aceh Tengah dan di depan Makodim Aceh Tengah. Selasa, (16/8/2016).

Aksi jurnalis yang bekerja di dua kabupaten penghasil kopi itu, mengecam tindak kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oknum prajurit TNI AU saat meliput sengketa lahan antara warga dan TNI AU di Jalan SMA Dua Medan, Sumatera Utara,  kemaren, Senin (15/8/2016).

“Kita mengecam perilaku oknum TNI AU tersebut, ini bertentangan dengan UU Pers no 40 tahun 1999. Hal ini tidak bisa dibiarkan dan kita berharap pimpinan TNI menindak pelakunya. Tugas pers memberikan informasi dan siapapun tidak berhak menghalangi,” kata Jurnalisa, Ketua PWI Aceh Tengah disela sela aksi.

Selain mengecam, para kuli tinta yang menggelar aksi juga mendesak agar oknum yang melakukan kekerasan kepada pekerja Pers ditindak”Kami mendesak agar pelaku ditindak dan meminta kepada  pimpinan TNI agar memberikan pemahaman tentang Pers kepada jajarannya”ujarnya.

Seperti diberitakan sejumlah media, seorang anggota TNI AU menyisir dan mengambil paksa kamera, tanda pengenal dan dompet wartawan. Selain barang-barangnya dirampas, korban juga ditonjok anggota TNI AU hingga luka di pelipis matanya.

Kejadian ini tak urung memicu aksi protes dari kalangan wartawan di seluruh Indonesia. Korban kekerasan di Medan tersebut masing-masing Andri Syafrin, Jurnalis MNC TV dan Aray Agus Jurnalis Tribun Medan.(Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE