Kebhinekaan Telah Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu di Gayo

0

TAKENGON – Komandan Kodim 0106/Ateng-BM Letkol Inf Didit Hari Prasetyo Putro S.I.P menghadiri kegiatan peresmian rumah peradaban Gayo yg di laksankan oleh dinas pendidikan kabupaten Aceh Tengah bekerja sama dengan badan penelitian dan pengembangan pusat badan arkeologi nasional yang dipimpin oleh Wakil Bupati Ateng Drs khairul asmara bertempat di gedung Ummi komplek pendopo Bupati Ds. kute nireje kec.Lut Tawar yang di hadiri kurang lebih 100 orang, Senin (20/03/2017). Kegiatan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan lagu Tawar Sedenge serta pebacaan ayat suci Al-qur’an.


Wakil Bupati Aceh Tengah Drs Khairul Asmara mengucapkan terima kasih kepada badan arkeologi yang telah bekerja sehingga bisa mendapat bukti bahwa masyarakat Gayo sudah ada sejak empat ribu tahun yang lalu, selama ini kita hanya mendengar cerita dan phikayat saja tapi hari ini kita sudah memulai dan kita bunyikan yang lebih bahwa Gayo memang merupakan salah satu lingkaran adat di indonesia. 

“Kami selaku masyarakat sangat bangga dan kami merasa tersanjung karena ini merupakan program yang sesuai dengan daerah Kab. Ateng dan ini menjadi nilai tambah terutama di sisi budaya dan pariwisata selain itu ada potensi lain yaitu kopi. Kegiatan ini yg juga akan melibatkan siswa dan pelajar sehingga menjadi transfer informasi kepada generasi berikutnya dan peluncuran buku sangat baik bagi kami masyarakat Gayo untuk generasi penerus”Khairul Asmara.

Kepala Badan Arkeologi Sumut Baskoro mengatakan, bahwa rumah peradaban adalah program yg di gagas oleh pusat arkeologi nasional, di harapkan mudah di mengerti dan mudah di pahami  khusuanya para pelajar, belajar bersama arkeologi selama 9 hari, menjaring masukan para  stekholder guna mencari solusi bagaimana menjaga seksologi , audensi kepada pihak terkait mengenai arkeologi, membuat buku arkeologi dan pembuatan film dokumenter arkelogi serta pembuatan peta digital inter aktif.

Sambutan kepala pusat arkeologi nasional I Made Griye Msi mengatakan, pada kesempatan itu ia mengatakan merasa bahagia dan “Cukup menarik ketika adanya respon dari pemda Aceh Tengah serta kami dari badan arkeologi nasional menjadikan ini sebagai motifasi untuk berbuat lebih banyak, kedepan kami berharap ini menjadi sarana bagi kita untuk mempelajari kultur masyarakat Gayo khusunya bagi para siswa dan pelajar di Gayo dan indonesia pada umumnya”sebutnya.

Ia menambahkan dengan  indikasi bahwa adanya situs loyang Mendale menunjukan bahwa sudah adanya unsur pluralisme di Gayo dan sampai sekarang masih di lestarikan dan masih eksis sampai saat ini itu berarti kebinekaan sudah ada sejak ribuan tahun lalu di Gayo. “Kedepan agar kita terus mempromosikan kepada generasi kita, program rumah peradaban ini agar di maknai sebagai sarana pemersatu yang mudah di maknai oleh masyarakat dan anak sekolah dan juga sebagai destinasi pendidikan dan ini bisa menjadi promosi gratis bagi kita, disisi lain ini menjadi sarana pendidikan bagi siswa sekolah serta akan kita buat destinasi pendidikan inter aktip kepada para siswa dan akan kita libatkan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga situs tersebut”jelasnya.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Dandim 0106/Ateng-BM Letkol Inf Didit Hari Prasetyo Putro S.I.P, Wakil Bupati Ateng Drs khairul Asmara, kepala badan arkeologi nasional I.Made Griye Msi, Kepala badan arkeologi Sumatra Utara Baskoro, Ahli arkeologi Sumut Prof. Arhuman Simanjuntak, Kajari Ateng Jazuli SH.MH, Para asisten dan Kepala dinas, Para perwakilan Kabupaten Gayo Lues dan perwakilan Kab. Bener meriah, Para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta tokoh adat.(REL)

Komentar Anda
SHARE