Kasus Melahirkan di Jalan, Ketua Komisi D DPRK Bener Meriah Tinjau Pukesmas Syiah Utama

  • Whatsapp
Anggota DPRK Kabupaten Bener Meriah, Sapri Gumara melihat langsung kondisi Ibu dan Bayi yang terlahir ditengah jalan Samar Kilang (Foto-Kabargayo)

Kabargayo.com, Bener Meriah; Terkait kasus seorang ibu yang melahirkan di jalan Ketua Komisi D Sapri Gumara dan dua orang Anggota Persatuan Wartawan Kabupaten Bener Meriah tinjau Pukesmas Syiah Utama di Samar Kilang.

Tidak hanya itu, ia juga menyempatkan diri berkujung kerumah pasien dan melihat langsung ibu dan  bayi yang dilahirkan di tengah jalan saat hendak di rujuk ke RSU Muyang Kute Bener Meriah babarapa hari lalu.

Kepada Rakyat Aceh  Gumara menyampaikan, kunjungan tersebut bertujuan untuk  memastikan terpenuhi pelayanan kesehatan terhadap warga Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama.

“Ketika ada permasalahan di tatanan  masyarakat apalagi terkait dengan hak dasar  kesehatan masarakat yang tidak terpenuhi tentu  itu menjadi perhatian serius bagi kami anggota DPRK Bener Meriah,” ungkapnya. 

Ia juga mengaku, ingin mendengarkan langsung permasalahan pasien yang melahirkan dijalan dari pihak pukesmas. “ Kita igin mencari kejelasan suatu persoalan maka kita harus menanyakan langsung kepada orang yang memahami dan mengerti persoalan itu, sebab jika kita mengeklarifikasi kepada orang yang yang tidak tepat itu bisa menjadi suatu fitnah,” ujar Gumara

Berdasarkan penelusuran yang dilakukaan pihaknya menilai terjadinya kelalaian dari pihak pemerintah terutama Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas sendiri, sehingga peristiwa miris itu dialamai masyarakat di Syiah Utama.

“ Dari pengakuan Kepala Puskesmas  sejak ia menjabat disana sudah ada 3 peristiwa melahirkan  yang dialami warga Samar Kilang  saat  dirujuk ke RSUD Munyang Kute tentu  kita berharap hal itu jangan sampai terulang kembali” harap Gumara. 

Ia menjelaskan, saat kejadian pihak pukesmas berdalih karena hari libur sehingga pada saat paisen dirujuk tidak ada sopir ambulan dan tidak ada pendamping dari pihak Puskesmasserta  keterbatasan pegawai disana. 

“ Seharusnya untuk kesehatan tidak ada istilah libur, untuk itu kita meminta Dinas Kesehtan  mengevaluasinya agar kedepan tidak terulang lagi peristiwa seperti ini sebab manyakut nyawa seseoarang,“ sebut  Gumara.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Syiah Utama, Ikhwan Putra S Kep menyampaikan, Status UPTD Puksesmas Samar Kilang adalah Puskesmas rawat jalan yang sistem kerjanya mulai dari jam 07.00 pagi hingga 14.00 siang. 

Ia menamabahkan,  selain bukan Pusesmas perawatan,  puskesmas Samar Kilang juga bukan Pelayanan Obsetetri Neonatal Emergensi Komperehensif ( Ponek ). “ Namun  demikian, untuk penanganan yang bersipat emergensi itu tetap kita buka hingga malam,” ujarnya.

Menurutnya, saat peritiwa seorang ibu yang merupakan warga Samar Kilang yang melahirkan di perjalanan beberapa hari lalu memang dalam posisi libur, sehingga mereka yang bertugas pulang dari Samar Kilang. Menurutnya kebanyakan pegawai yang bekerja di Samar Kilang rata-rata tinggal di Pondok Baru. 

Ia menejelaskan jumlah keseluruhan pegawai yang di tempat kan di Puskesmas Samar Kilang saat ini hanya berjumlah 30 orang terdiri dari Kepala Puskesmas, KTU, Dokter  dan 3 Bidan bertutus PNS, 2 Honorer 5 Bidan, serta honorer. 

Disebutkanya, hanya ada satu bidan desa dan satu perawat yang merupakan warga Samar Kilang, semntara  dua bidan lainya sedang dalam keadaan cuti bersalin.” Namun demikian bidan dari kampong Rusip saat kejadian turun kelokasi untuk membatu proses persalinan dijalan. “ kata Ikwan 

Ia menejlaskan, sejak di tempatkan menjadi  Kapus disamarkilang sudah 3 peristiwa warga yang melahirkan di perjalanan  “ Selain kekurangan fasilitas Pusesmas Samar Kilang Juga mining pegawai sehingga pelayan kesehatan terhadap masyarakat disana kurang maksimal” ungkapnya.

Untuk itu katanya, pukesmas samar kilang saat ini membutuhkan penambhan pegawai,dan penamabahan gaji para honorer yang saat ini masih sama dengan gaji pegawai honorer di daerah perkotaan senilai rp  450.000.

“ Bagaimana bias kami menuntu mereka berja ful time dan maksimal semntara gajinya hanya rp 450.000, “ujarnya.

Ihwan juga mengaku, terkait  kekurangan pegawai dan penambahan gaji para honorer sudah sampaikan kepada Kepala Dinas dan Sekda Bener Meriah pada bulan 7 tahun 2020 lalu namun, hingga saat ini belum mendapat informasi apakah usulan itu diterima atau tidak.

Sementara itu, informasi yang dihimpun Rakyat aceh Nurjanah, warga Samar Kilang yang melahirkan diperjalana saat akan  dirujuk ke RSUD Munyang Kute dibantu oleh dua orang “Dukun Kampung” atau disebut bidan kampong yakni Siti Maneh dan Nurhayati serta Bidan Rusip Rahmi Julita Wati.

Kepada Media dan Ketua Komis D DPRK Bener Meriah Nurjanah menymapikan, telah memberi nama anaknya Sahabat Mulia atas saran beberapa orang yang menemuinya.

Menurutnya, Sahabat Mulia tersebut merupakan anak ketiganya, yang lahir  dalam kondisi sehat. “ Seblumnya untuk anak pertama dan keduanya lahir ditangani di bidan di Samar Kilang, namun untuk anak ketiga ini ada sedikit kendala sehingga  kami meminta dirujuk ke RSUD Munyang kute”ungkpnya. 

“Kami  takut terjadi apa-apa sebab di Puskesmas tidak punya fasilitas memadai untuk menangani persalinan, sehingga kami minta untuk dirujuk ke RSU namun di perjalanan saya sudah tidak sanggup lagi dan akhirnya saya melahirkan di perjalanan,“ jelasnya.  Iya juga  berharap, pemerintah setempat dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah Samar Kilang, agar ketika masyarakat Samar Kilang sakit dapat ditangani sebagaimana mestinya. (KG88)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts