Kasus Guru”Adu Tinju” di SMAN 2 Bukit, Khairul dan Aotar Saling Lapor Polisi

REDELONG: Terkait dengan kasus dugaan penganiayaan di SMA 2 Bukit Belang Panas, Bener Meriah, Wakil Kepala Sekolah SMA N 2 Bukit, Aotar yang sebelumnya disebut “menghajar” Khairul Musrizal (Khairul) guru kelas IPS juga melaporkan Khairul ke Polisi (25/1/2018).

Kapolsek Bukit, AKP Hartana, S, Sos saat dikonfirmasi oleh Kabargayo mengatakan Aotar juga telah melaporkan Khairul ke Polsek Bukit, sama dengan laporan Khairul, pihak Autar juga juga melaporkan kasus penganiayaan.

Baca: Diduga dipicu Siswa Bolos, Guru SMA Babak Belur Dihajar Wakasek

Kronologis kejadian versi Aotar yang dilaporkannya ke polisi bahwa dirinya pada Selasa, 23 Januari 2018 sekitar pukul 09.00 WIB dirinya sampai ke Sekolah dan Ia mengajak beberapa siswa menata komputer di ruang Lab.

Tidak berapa lama, datang Khairul datang dengan membawa dua orang siswa sambil mendorong ke dua siswa tersebut kedalam ruang Lab dengan mengatakan ” Pak Aotar tolong tangani ini” kemudian Aotar menjawab “Pak Khairul lapor ke piket dahulu” yang kemudian dijawab oleh Khairul” Karena bapak adalah Wakasek Kesiswaan” setelah itu Khairul meninggalkan ruangan.

Tidak lama kemudian Khairul datang kembali dengan membawa tiga orang siswa kemudian Khairul mengatakan ” Pak tolong ditangani dulu karena saya sibuk” berselang beberapa menit kemudian Khairul datang kembali dengan membawa beberapa siswa lainnya dengan mengatakan “Pak tangani dulu ini” Aotar kemudian keluar ruangan Lab komputer dengan mengatakan” bapak kayak tidak pas hari ini”kepada Khairul.

Kemudian sambil bercanda Aotar memeluk Khairul dengan mengatakan” Sepertinya saya punya salah dengan bapak jadi saya minta maaf” selanjutnya Khairul menjawab”Tidak boleh seperti itu bapak telah menghina saya di depan siswa” kata Khairul seraya kembali mengatakan “Ayo ke kantor”.

Sesampainya di ruangan dewan guru Khairul lalu membentak Aotar dengan mengatakan “bapak duduk dulu” yang kemudian dijawab oleh Aotar “Bapak yang seharusnya ke ruang Kepala Sekolah” tidak lama Khairul membalas dengan wajah menantang “Bapak duduk dulu” dengan nada keras sehingga Aotar memegang kerah baju Khairul.

Selanjutnya Khairul, seperti seperti yang dilaporkan Aotar kepada Polisi langsung memukul ke arah muka sebelah kiri Aotar yang sempat menangkisnya dengan tangan kiri sehingga tangan kiri Aotar terluka.

Selanjutnya Khairul memeluk leher Aotar dengan mengunakan tangan kanan sehingga leher leher Aotar
terluka akibat terkena kuku Khairul, sehingga terjadi perkelahian. Tidak lama kemudian dewan guru yang berada di ruangan memisahkan dan melerai mereka.

Kepada polisi Aotar mengaku merasa keberatan atas tindakan Khairul juga merasa keberatan dan tidak menerima perlakuan Khairul karena dinilai terlalu mencampuri tupoksi kesiswaan dan merasa dihina di depan dewan guru lainnya dan melaporkannya ke polisi, demikian versi Aotar seperti yang dilaporkannya kepada polisi.

“Kita telah memanggil empat orang saksi dari masing-masing kedua belah pihak, karena kedua belah pihak saling melaporkan maka keduanya ditetapkan sebagai tersangka”ujar Kapolsek Bukit, seraya menambahkan polisi tidak melakukan penahanan kedua pihak tersangka, selain karena kasus ini masih dianggap kasus ringan kedua tersangka juga harus bekerja untuk pelayanan publik dan dianggap tidak mungkin melarikan diri.

“Dari hasil keterangan saksi kita simpulkan keduanya “berantem” atau saling beradu jotos, keduanya mempunyai hasi visum”kata Kapolsek.

Baca:Kepsek SMAN 2 Bukit: Kita Berharap Selesai Secara kekeluargaan

Sementara itu Kepala sekolah SMAN 2 Bukit Blang Panas Ikhsan Purnama saat dimintai keterangannya mengatakan dirinya sebagai kepala sekolah telah berusaha untuk mendamaikan kedua belah pihak.

“Kita sangat menyayangkan hal ini sampai terjadi, apalagi keduanya merupakan seorang guru, seorang pendidik” ujar Ikhsan (Wein Pengembara).

.

Komentar Anda
SHARE