Kasus Dugaan Mesum Ayah dan Anak Tiri Dilimpahkan ke Polisi

0
kepala Satpol PP- WH Aceh Tengah, Syahrial Afri didampingi Anwar Kabid Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan, saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis, 23/3/2016

TAKENGON: Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Tengah serahkan pelaku kasus dugaan khalawat, kasus mesum di kawasan Danau Lut Tawar, ke Polres Aceh Tengah, pelaku berstatus masih berstatus ayah tiri dan anak tiri.

“Kita sudah serahlan kepda aparat kepolisian untuk diusut lebih lanjut apalagi KR masih berstatus sebagai pelajar disalah satu sekolah mengah umum,” kata Kepala Satpol PP Aceh Tengah, Syahrial Afri, Kamis, (23/3).

Syahrial Afri  menjelaskan penangkapan terhadap KR (17) yang masih berstatus sebagai pelajar di Aceh Tengah bersama ayah titinya AM (69) berlangsung di kawasan wisata Desa Mepar, Kecamatan Kebayakan (21/3) lalu. Pengakuan KR kepada penyidik Satpol PP dirinya (KR) dipaksa oleh ayah tirinya berangkat ke kawasan Danau Lut Tawar guna menunggu bibik dari KR yang juga segera datang.

“Saya diajak ke pingir Danau oleh ayah tiri saya sambil menunggu Bibik yang juga akan datang,” terang, Syahrial Afri menirukan ucapan KR,  sebelumnya KR berada di salah satu pasta sahabatnya, selanjutnya oleh AM datang dengan alasan akan memberikan titipan dari Ibu kandungnya yang bertempat tinggal di Desa Alur Gele, Kecamatan Silih Nara.

Namun setelah dijemput,  KR langsung dibawa ke arah Danau Lut Tawar, Di kawasan Danau lokasi tempat mereka berdua ternyata sudah diintai oleh masyarakat setempat.

“Keberadaan mereka berdua sudah diintai oleh masyarakat setempat. Pengakuan warga, ayah tiri KR sempat merapa bagian sensitif KR yang disempat di videokan warga,” terang Syahrial Afri didampingi Anwar, SH.

Oleh masyarakat setempat KR dan AM langsung diserahkan kepada penegak hukum Syariat yaitu Satpol PP dan WH. Keterangan lebih lanjut dari KR sebagai korban, kepada Satpol PP.

“Pengakuan KR, ini bukan pertama kali AM melangsungkan niat buruknya, bahkan pernah satu malam di tahun 2016 KR dibawa tidak pulang satu malam,” lanjut Syahrial Afri. Saat ini KR dan AM telah diserahkan kepada aparat kepolisian untuk di tindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.(Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE