Kasat Lantas: Tidak Ada Razia Namun Jika Ada Pelanggaran Akan Ditindak

REDELONG: Kasat Lantas Aceh Tengah, Iptu Rina Bintar Handayani, S.IK kepada wartawan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan kepada anggotanya seperti anggapan ibu-ibu dan sejumlah pedagang pasar Paya Ilang.

Hal itu ia sampaikan usai menerima perwakilan sejumlah massa yakni sejumlah Ibu-ibu dan pedagang Paya Ilang, yang protes dengan tindakan anggota Satlantas Polres Aceh Tengah yang disebut melakukan razia di depan pasar dan melakukan aksi pengejaran ke lokasi pasar.

Baca: Protes “Tilang” Ibu-Ibu Pedagang Pasar Paya Ilang Gelar Demo

“Ini hanya mikomunikasi yang terjadi, kita tidak pernah memerintahkan untuk melakukan razia di depan pasar, ada anggota kita yang membawa hasil razia dari Simpang Lemah menuju Pos Lantas Paya Ilang, kemudian sampai di depan Pasar, Anggota Satlantas melihat ada blokade jalan, sehingga anggota berhenti mau membuka badan jalan kemudian terjadi Miskomunikasi anggota anggota Satlantas dengan massa tersebut “kata Iptu Rina.

Sebelumnya, aksi massa sempat memanas dan sempat terjadi adu argumen dengan pihak Polantas, bahkan masyarakat juga berencana untuk melakukan aksi demo ke DPRK Aceh Tengah. Namun dengan adanya mediasi langsung oleh pihak Lantas melalui Kasatlantas Aceh Tengah, akhirnya aksi tersebut berakhir damai.

Masyarakat diwakili oleh beberapa perwakilan pedagang, menuntut agar pihak Polantas tidak melakukan razia di kawasan pasar. Hal itu disampaikan pada saat mediasi di Pos Lantas di kawasan Gayo Bisnis Center (GBC) Paya Ilang. Masyarakat menyampaikan keluhan mereka, terlebih jika ada aksi pengejaran di area pasar yang ditakuti dapat menyebabkan masyarakat atau pengguna jalan dikawasan pasar menjadi cedera karena laka.

Menanggapi masukan dari perwakilan pasar Paya Ilang itu, Kasat Lantas Polres Aceh Tengah, meminta maaf jika ada kesalahan yang dilakukan anggotanya di kawasan pasar.

Iptu. Rina selaku Kasatlantas berharap dan berpesan kepada masyarakat agar hendaknya tidak melanggar peraturan lalulintas terlebih melawan arus lalulintas dan membawa kelengkapan surat kendaraan mereka,” demikian disampaikannya

Dengan adanya mediasi tersebut akhirnya puluhan massa dan perwakilan pedagang, sepakat menyudahi aksi dengan membubarkan diri.

Iptu Rina juga menegaskan bahwa Kepolisian khususnya Satuan Lalu Lintas tidak akan pernah mengganggu jam pasar. Namun demikian, jika ada pengendara melakukan pelanggaran yang terlihat petugas, maka tetap harus ditindak. (Wein Pengembara)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!