Karimansyah: Mari Kita Doakan Saudara-Saudara Kita di Palestina

TAKENGON: Sebagai seorang muslim, siapa saja pasti hatinya akan bergetar saat saudara mereka di belahan bumi lain mengalami kesengsaraan. Ibarat satu tubuh, jika sakit satu bagian maka semuanya akan sakit.

Perasaan tersebut juga turut dirasakan, Sekertaris Daerah Aceh Tengah, Karimansyah. Ketika melakukan Safari Ramadhan, sosok bersahaja ini menyampaikan keprihatinannya atas kondisi terakhir di Palestina.

Sebagaimana diketahui, hampir tiap hari di bulan Ramadhan tiba, umat muslim disana terus diserang dan digempur oleh tentara zionis Israel.

Korban telah banyak berjatuhan akibat serangan rudal Israel, tak hanya orang dewasa tapi anak-anakpun berjatuhan bersimbah darah, merenggang nyawa seperti yang dikhabarkan oleh sejumlah media massa.

“Mari terus kita doakan saudara-saudara kita yang ada di Palestina agar di lindungi oleh Allah SWT, mendapat kekuatan dan keselamatan” demikian ajak Karimanysah di hadapan jama’ah sholat Tarawih dan witir di Al- Amin Kampung Nunang Antara, kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, Kamis (9/5/2019), dalam Safari Ramadhan.

Rutin dilakukan setiap tahunnya, Pemkab Aceh Tengah menggelar Safari Ramadhan, di sejumlah masjid 14 kecamatan, yang dimulai sejak hari kedua Ramadhan. Empat tim dibentuk, masing-masing dipimpin oleh Bupati Aceh Tengah, Wakil Bupati Aceh Tengah, Sekertaris Daerah dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Aceh Tengah.

Safari Ramadhan merupakan agenda silaturahmi jajaran pemerintah daerah dengan masyarakat kampung di Kecamatan. Selain melakukan shalat Isya, Tarawih dan Witir berjamaah, nantinya terjadi komunikasi sebagai wadah bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi dari masyarakat.

Karimansyah juga menghimbau agar setiap individu masyarakat di Aceh Tengah untuk meningkatkan amal ibadah selama bulan Ramadhan serta menjadikan bulan suci ini sebagai sarana latihan agar juga semakin giat beribadah usai Ramadhan nantinya.

Lain hal, dalam kegiatan Safari Ramadhan itu, Karimansyah juga mengajak warga untuk tetap membangun kekompakan, dimulai dari hal terkecil dengan memperkuat silaturahmi dan kebersamaan di dalam kampung.

Menurutnya kampung harus dibangun secara berjama’ah dan bersatupadu antara sarak opat dan masyarakat. Tidak ada alasan untuk berpecah belah, karena salah satu tugas sarak opat menjaga dan mengangkat martabat kampung. Semua unsur Sarak Opat, baik reje, imem, petue dan rakyat genap mupakat harus bersinergi untuk membangun kampung yang tangguh dalam menghadapi tantangan jaman.

“Sarat Opat sangat berperan penting dalam menjaga keutuhan kampung, memperkuat persatuan, adat istiadat budaya dan menegakkan syariat Islam”terangnya. (Arsadi Laksamana)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!