Karang Ampar Kaya Potensi, Sering Dijadikan Kawasan Konservasi Satwa Liar

  • Whatsapp
Salah satu Air Terjun kawasan wisata di pedalaman Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol. Menurut warga (Sariman-reed) ada 27 titik Air terjun Membahana di sana, perlu dibuka akses jalan untuk perkembangan parawisata Gayo. (foto-Istimewa)

Kabargayo.com, Takengon; Desa Karang Ampar terletak diantara batas Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Desa dengan hamparan tanah luas ini, sekarang ramai didatangi masyarakat perkotaan bercocok tanam seperti; Jagung, Kacang Tanah, Pinang serta banyak tanaman lainya, serta wisata alam.

Sejauh ini masyarakat disana (Karang Ampar-red) membutuhkan perhatian pemerintah untuk sarana jalan. Masyarakat menginginkan pengaspalan badan jalan yang saat ini sangat sulit untuk dilalui.

“Kami menginginkan badan jalan desa segera di aspal. Karena sangat sulit mengendarai sepeda motor karena banyak badan jalan berlubang, dan sangat sulit mengeluarkan hasil panen bila musim hujan,” ujar Julian Sabri.

Keluhan tadi di sampaikan saat Bupati Aceh Tengah melakukan pasar murah dan penanaman jangung untuk ketahanan pangan. Terkait dengan pengaspalan badan jalan, Shabela berjanji tahun 2021 segera diaspal sesuai dengan kebutuhan.

“Namun tidak semua kita aspal kita akan lakukan pengaspalan sepanjang tiga kilometer dahulu,” jawab Shabela menangapi langsung permintaan warga.

Desa Karang Ampar banyak mempunyai potensi, selain Parawisata lain itu jumlah hewan liar seperti Gajah, Rusa dan banyak satwa liar lainya, menjadi daya tarik tersendiri saat berkunjung kesana.

Bupati juga meminta aparat desa agar membuat satu larangan berburu terhadap satwa Kijang yang selama ini menjadi “buronan” warga. “Kita harus melindungi satwa liar yang ada di hutan Karang Ampar, agar mereka tetap bisa ber-anak pinak dan menjadi kebangaan bersama,” pinta Shabela Ababakar, (24/7).

Lain itu, Shabela juga akan memenuhi permintaan warga untuk membuka akses jalan ke areal wisata “Air Terjun 26 titik” terdapat di pedalaman Desa Karang Ampar, berbatas dengan Peudada (Kabupaten Pidie Jaya).

Sariman (kanan) warga Desa Karang Ampar bersama rekan dari luar negeri saat melakukan konservasi terkait dengan kehidupan satwa liar disana (foto-Istimewa)

Selanjutnya ada keinginan bersama-sama (Warga Karang Ampar-red) untuk membuka jalan Nasional dari Desa Karang Ampar menuju Kabupaten Pidie Jaya. “Ini juga harus kita pikirkan, agar memutus rantai “waktu” lama melalui Kabupaten Bireun,” ungkap bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar.

Sariman warga Karang Ampar, sering berpetualang kedalam desa serta banyak mengetahui jumlah dan lokasi wisata. Mengatakan belakangan ada warga dari beberapa negar berkunjung melakukan konservasi terkait Satwa liar, seperti dari negara Amerika, Thailand, Perancis serta Australia.

“Mereka sangat tertarik dengan alam Karang Ampar dan satwa yang hidup didalam wilayah itu. Mereka berkeinginan wisata satwa liar dibuka, agar mendatangkan PAD untuk Kabupaten Aceh Tengah,” kata Sariman. (KG45)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts