Kapolres Bener Meriah PimpinRapat Terkait Persengketaan Tanah

0

02-4
REDELONG-Kapolres Bener Meriah, AKBP Deden Somantri, S.I.K.,MS pimpin rapat terkait mediasi antara kepala kampung wonosobo, kepala kampung Burni Telong, dengan perwakilan pemangku adat, rapat tersebut dilaksanakan di ruang kerja Kbo Reskrim Polres Bener Meriah, Kamis (16/6/ 2016).

Didampingi oleh kasat Intelkam, serta Kbo Reskrim, rapat masalah sengketa tanah adat tersebut juga turut dihadiri oleh sepuluh orang yangmewakili beberapa unsur yang terkait dalam permasalahan persengketaan, adapun pembahasan mediasi tersebut adalah tentang tanah adat dan tanah yang telah memeiliki sertifikat di atas tanah adat tersebut.

Dari keterangan perwakilan pemangku adat menyatakan bahwa masyarakat tanah adat tidak mengambil tanah, tapi mengapa tanah sudah dibagi oleh masyarakat adat/ ahli waris. Selain itu ada masyarakat yang memiliki sertifikat tanah namun tidak tahu dimana lokasinya“kami tidak memerangi masyarakat akan tetapi kami memerangi pihak pemda yang mengeluarkan sartifikat tersebut”ujar mereka.

Selanjutnya perwakilan pemangku adat juga mengatakan sebelum adanya pemekaran Kampung, Wonosobo sudah pernah dibahas pada 2010 lalu, bahwa 100 M dari jalan tidah boleh dibangun bangunan dengan alasan tanah milik Pemda “Masyarakat adat berkeinginan setiap masyarakat mendapat sepetak tanah namun merata dan diselesaikan secara kekeluargaanserta meminta lokasi dan daftar pemilik tanah tersebut”ujar mereka lagi.

Sebaliknya, Kepala Kampung Burni Telong, menyebutkan bahwa masyarakat Kampung Burni Telong memperoleh sertifikat berdasarkan SK Bupati Bener Meriah, masyarakat Kampung Burni Telong dan Wonosobo tetap bersikukuh dengan pegangan surat tanah berupa sertifikat berdasarkan SK Bupati tersebut. Mereka merasa keberatan atas laporan yang dibuat masyarakat tanah adat yang menyatakan pemalsuan sertifikat.

Setelah mendengar dari kedua belah pihak, Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Somantri, S.I.K.,MS.i setelah berkoordinasi dengan ketua Pengadilan setempat menyimpulkan bahwa permasalahan ini lebih baik di perdatakan saja supaya ada kejelasan. Ia berharap permasalahan diselesaikan melalui musyarawarah yang baik dan mensilahkan melakukangugatan secara perdata berdasarkan administarsi/surat-surat yang dimiliki.(REL)

Komentar Anda
SHARE