Kapolres Aceh Tengah ke Toweren, Bahas Kamtibmas

  • Whatsapp
Kapolres Aceh Tengah AKBP Sandy Sinurat saat dikampung Toweren (Photo/Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon – Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat penuhi undangan empat Reje Kampung (Kepala desa-red) di Kampung Toweren Kecamatan Lut Tawar Kabupaten setempat. Pertemuan itu membahas tentang keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebelumnya kata Kapolres Sandy, beberapa waktu keempat kepala desa di Kampung Toweren itu sempat diundang ke ruang kerjanya terkait kasus dugaan pengeroyokan dilokasi wisata Lung di Kampung itu beberapa waktu lalu hingga pengelola berinisial (H) meregang nyawa dilokasi.

Read More

‘Kehadiran kami untuk melakukan kunjungan, sekaligus temu ramah dan Diaolog dengan Reje Kampung dari 4 desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat terkait upaya keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Sandy Sinurat, Minggu 13/12/2020.

Merujuk Ayat Al-Qur’an kata Kapolres Aceh Tengah, Islam itu bermakna menolong orang lain, semua yg ada ada kita suci itu merupakan ajakan untuk berbuat kebaikan dan sesame ummat muslim adalah bersauddara.

“Barang siapa menghilangkan nyawa seorang muslim dengan cara melanggar hukum, berarti ia telah membunuh semua ummat Muslim. Dengan dalih apapun tidak bisa diterima, harus ditindak sesuai dengan hukum yang ada,” katanya.

Kampung Toweren kata dia, tumbuh tumbuhan begitu subur, terlebih berdampingan dengan Danau Lu Tawar, keindahan dan pesona alam itu banyak menarik para wisatawan baik lokal maupun manca negara.

“Sebagai tuan rumah yg dianugrahi Danau Lut Tawar yang sangat indah, jangan merasa angkuh dan sombong, sebab sifat angkuh dan sombong itu hanya Kepunyaan Allah, dan semua ini hanya titipam kepada kita semua. Sebagai tuan rumah dan sebagai ummat muslim kita wajib menghormati tamu kita, kita tidak bisa hidup sendiri dan kita pasti membutuhkan orang lain juga,” papar Kapolres.

Jika ada tamu yang melanggar aturan dan norma adat yang ada, kata Sandy Sinurat silahkan dilakukan tindakan dengan Tradisi serta adat istiadat yang ada Sesuai dengan Aturan Qanun no 08 tahun 2018.

“Bila sampai merenggut nyawa orang lain itu tidak bisa dibenarkan dan harus dituntut sesuai hukum yang ada di Negara ini,” timpalnya.

Ia juga meminta, tindakan-tindakan yang berdalih melanggar hukum adat dan serta merta menghulangkan nyawa orang lain tidak bisa dibiarkan. “Mari kita tegakkan kebenaran dan jangan berpihak kepada seseorang yang jelas jelas melakukan kesalahan yang sangat fatal, jangan karena Nila setitik rusak susu sebelanga,” kata Sandy Sinurat.

Untuk diketahui, pihak Kepolisian saat ini telah mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap dua tersangka, keduanya merupakan warga Toweren Uken diduga terlibat terhadap kasus meninggalnya salah satu pengelola objek wisata di Kampung Toweren. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts