Jokowi “Gayo Kampung Halaman Kedua Saya”

0

030216_0720_JokowiGayoK1.jpgREDELONG-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan Bandar Udara Rembele, di Kabupaten Bener Meriah, Rabu (3/2/2016). Jokowi bersama rombongan tiba di Bandar Udara Rembele, menggunakan pesawat jenis CN 235 sekira pukul 10.30 WIB, didampingi Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah.

Ketika mendarat di Bandara Rembele, Presiden Jokowi disambut menggunakan opoh ulen-ulen (kain motif kerawang khas Gayo) serta tari guel.

“Ini saya pakai terus, biar merasakan ke dalam bahwa saya orang Gayo, ini kampung halaman saya yang kedua,”Jokowi juga mengatakan Gayo adalah kampung keduanya. Ia pernah punya rumah di Bener Meriah.

Hadir dalam acara peresmian pengembangan bandara itu antara lain Menhub Ignasius Jonan, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Seskab Pramono Anung dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Bandara Rembele gerbang utama lewat jalur udara untuk memasuki daerah dataran tinggi Gayo.

“Bandara yang mulai dibangun sejak awal tahun 2000 itu memiliki peran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tengah Aceh,” kata Gubernur Aceh Abdullah Zaini, seperti yang dikutip oleh wartawan.

Zaini mengatakan keberadaan bandara tersebut akan mampu memudahkan akses wisatawan dan dunia usaha datang ke tanah Gayo, sehingga peluang untuk mengembangkan potensi daerah ini semakin terbuka.

Seperti yang dilansir oleh Kantor Berita Antara, Bandara Rembele merupakan bandara yang menghubungkan daerah wisata Dataran Tinggi Gayo dengan daerah lain. Bandara Rembele terletak di Gampong Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, dengan ketinggian di perbukitan sekitar 1.400 meter dari permukaan laut.

Pengembangan fasilitas Bandara Rembele telah dimulai sejak 2014 hingga 2015 baik pada sisi udara maupun sisi darat.Dia menjelaskan pada sisi udara telah dibangun perpanjangan landasan dari semula 30 x 1.400 meter menjadi 30 x 2.250 meter.
Selain itu telah dilakukan juga perluasan apron dari 80 meter x 106 meter menjadi 95 meter x 150 meter, pelapisan landasan pacu dan taxiway.

Sedangkan pada sisi darat, lanjut pengembangan yang dilakukan di antaranya, perluasan terminal dari semula 400 meter persegi menjadi 1.000 meter persegi dan juga mempercantik tampilan interior terminal. Perluasan terminal bandara tersebut diproyeksikan mampu menampung 200.000 penumpang per tahun.Bandara Rembele saat ini hanya mampu didarati oleh pesawat sebesar Fokker 50 atau CN 235. Nantinya dengan pengembangan fasilitas tersebut, Bandara Rembele akan mampu didarati pesawat Boeing 737-series. (Arsadi Laksamana)

Komentar Anda
SHARE