Jaksa Tuntut Otak dan Eksekutor Kasus Granat Dengan Hukuman Mati

REDELONG : Untuk kesian kalinya Pengadilan negeri ( PN) Simpang tiga Redelong melaksanakan sidang terhadap Siti Julaiha dan Aidil Fitriadi, yang merupakan otak serta eksekutor pengeratan pada mobil yang dikendarai keluarga anggota DPRK Bener Meriah Mansur Ismail. Akibat perbuatan tersangka Istri serta kedua anak Mansur Ismail meninggal dunia.
Sidang tuntutan yang dilaksanakan pada Selasa (28/2) Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kardono, SH dan Ismail Syam, SH membacakan tuntutan terhadap kedua terdakwa dengan tuntutan hukuman mati.

Usai JPU membacakan tuntutan penasehat hukum Siti Julaiha dan Aidil Fitriadi yaitu Raylawati, SH mengajukan sidang pledoi ( Pembelaan) Kepada Ketua hakim yang PN Simpang tiga Redelong. Atas permintaan penasehat hukum tersebut Ketua hakim mengabulkan dan sidang pledoi akan digelar pada 14 maret mendatang.

Kardono saat diwawancarai beberapa awak media menjelaskan, dalam sidang tuntutan tadi kami meminta hukum mati bagi kedua terdakwa, karena hal yang memberatkan kedua pelaku telah melanggar pasal 340 Jo pasal 55 ayat ke. 1 KUHPidana ke. 2 melanggar pasal 1 ke-1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak,  Jo pasal 15 ayat 1 ke-1 KUHPidana dan ketiga pasal 50 ayat 3 Jo pasal 76C UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan keempat melanggar pasal 353 ayat 2 KUHPidana Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana dan kelima melanggar pasal 80 ayat 2 Jo pasal 76C UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Jelasnya.

Sementara itu Raylawati penasehat hukum kedua pelaku mengatakan, tadi kita mengajukan pledoi yang dikabulkan hakim ketua dan sidang pledoi akan dilaksanakan tanggal 14 Maret nanti.

” Saya menilai terlalu berat klien saya dijatuhi hukuman mati, mengingat Siti Julaiha merupakan masih ibu yang muda. Untuk itu kita akan mencoba menggunakan hak klien saya untuk pembelaan “. Ujar Raylawati. ( Gona)

Komentar Anda
SHARE