Ismarissiska: Mewujudkan KLA Butuh Komitmen Bukan Hanya Sekedar Sosialisasikan dan Rapat 

0
Audensi KLA Pemda Bener Meriah Bersama BP32A Aceh, Diruang Offroom Bupati Bener Meriah.

REDELONG : Pemerintah Kabupaten Bener Meriah siap berkomitmen dalam melaksakan program Kota Layak Anak ( KLA ), namun dalam menginflementasikan kami juga butuh komitmen dari pihak terkait. Hal tersebut diungkapkan Drs. Ismarissika.MM Rabu ( 9/11 ) dihadapan seluruh peserta audensi KLA, diruang Offroom Bupati Bener Meriah.  

Dalam mewujudkan KLA, apa yang harus dilakukan pemerintah daerah kedepanya, karena selama ini program tersebut belum pernah ada di Kabupaten Bener Meriah ini. Tanya Ismarissika. 

Dia juga mengatakan, selama ini  instansi yang terkait belum pernah menyampaikan hal tersebut kepada kami. Namun kendatipun demikian Pemerintah Kabupaten Bener Meriah tidak keberatan menindaklajuti program KLA ini. Kata Ismarissika. 

” Melihat angka pelecehan seksual diaceh sanggat tinggi, memang sangat membutuhkan peran kita semua untuk meminilisir untuk memberantas persoalan tersebut ” ujarnya. 

Di Kabupaten Bener Meriah kami merasa agak sedikit lega, karena didaerah ini tidak ada anak-anak punk seperti dibeberapa daerah lain, dan memang kami juga tidak mempungkiri kalau di daerah ini terdapat beberapa kasus pelecehan seksual pada anak dan kasus narkoba. Sebut Ismarissika. 

Hal lain yang patut kami banggakan di daerah ini, walau ada dua Kecamatan marginal, yaitu Kecamatan Syiah Utama, dan Mesidah namun beberapa anak didaerah tersebut mampu menghapal Al’Quran  ( Hafizh) sampai 30 jus, dan bahkan mereka tidak belajar  di sekolah formal. Tutur Sekda Bener Meriah itu. 

Sebelumnya Kepala Bidang Pemberdaya Perempuan Perlindungan Anak Aceh ( BP32A) Aceh Dahlia, M. Ag menyebutkan, program Kota layak anak ( KLA) adalah merupakan program yang di intruksikan Kementrian Pemberdaya Perempuan dan Anak, dan program ini harus ditindak lanjuti pemerintah daerah. Dimana program ini telah diatur dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2014. Ujar Dahlia. 

Untuk mendapatkan Konvensi Hak Hak Anak ( KHA ) maka pemerintah harus mewujudkan kota layak anak, karena selama ini anak anak lebih suka bermain diwarung Internet ( Warnet ) dan bermain Game. Hal tersebut dapat membahayakan bagi anak karena dapat merusak perilaku anak. Pungkas Dahlia. 

” Bila anak tidak dikontrol oleh orang tua, pada saat bermain ke warnet, dan juga tidak membatasi waktunya maka hal ini lah yang dapat merusak perilaku anak pada sekarang ini ” kata Dahlia. 

Dahlia berharap pemerintah daerah dalam memenuhi konvensi hak hak anak maka harus, berkomitmen mewujudkan program Kota layak anak. Pinta Dahlia. 

Dahlia menambahkan, Tujuan dari pengembangan KLA ini untuk membangun inisiatif pemerintahan Kabupaten/Kota. Yang mengarah pada upaya transformasi Konvensi hak hak anak ( Convention on the Rights of the Child), dari kerangka hukum kedalaman kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan dalam upaya pemenuhan hak anak di lingkup Kabupaten. Tandas Dahlia. ( Gona ) 

Komentar Anda
SHARE