Irigasi Berawang Temil Jebol, 8 Kampung Gagal Panen

0
Hujan deras (Ilustrasi)

TAKENGON:Akibat derasnya hujan, irigasi Irigasi Berawang Temil yang di bangun tahun 2015 lalu yang selama ini mengairi persawahan masyarakat di delapan kampung di Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah jebol. Sabtu, (25/2/2016).

Dampak yang dirasakan petani akibat musibah ini persawahan di delapan kampung tersebut terancam gagal panen. Sekitar 1500 kaleng bibit kaleng padi yang terbawa arus deras akibat bobolnya irigasi itu.

Wahyuddin anggota DPRK Aceh Tengah dari Partai Nasdem yang berdomisili di kecamatan Celala mengatakan selama ini masyarakatnya selalu mengunakan tali air dari Irigasi Berawang Temil yang saat ini sudah rata tengah tanah, akibat tergerus dibawa air yang sangat deras.

Kondisi saat ini, selain bibit padi yang telah tersemai ikut rata terbawa air, tanaman cabe yang telah siap panen juga terbawa air. Sejauh ini kerugian masyarakat berlum bisa ditaksir.

Bukan hanya itu, sepuluh ekor lembu warga juga terbawa air.  ”Selain korban lahan persawahan yang sudah di semai oleh warga, juga ada tanaman cabai yang siap panen serta sepulubh ekor lembu ikut hilang terbawa air serta kolam ikan,” terang Wahyuddin didampingi Ismail dari dapil pemilihan yang sama.

Saat kata Wahyuddin, masyarakat tidak henti-hentikan mengadukan keluhan kepada dirinya. “Tak henti-henti masyarakat mengadukan keluhan mereka kepada saya, dan saya berjanji akan mencarikan solusi yang terbaik untuk masyarakat setempat,” kata Wahyuddin.

“ Sudah, saya sudah huibungi BPBD dan dinas terkait untuk segera mendata dan membersihkan lahan masyarakat yang terkena arus deras tersebut, dan dalam saru hari ini pihak terkait tadi akan berada di lokasi,” terang Wahyuddin ketua Komisi D, seraya menambahkan ia meminta alat-alat berat segera turun ke lokasi.

“Kita meminta kepada Pemerintah Aceh Tengah untuk secepatnya membangun irigasi baru untuk mengairi persawahan masyarakat. karena selama ini areal persawahan menjadi titik “nafas” perekonomian masyarakat Celala,” tutup Wahyuddin. (Arsadi Laksamana)

Komentar Anda
SHARE