Ini Penjelasan Bupati Ahmadi Kepada Peserta Demo Honorer di Bener Meriah

REDELONG: Menanggapi aksi ratusan honorer Bener Meriah yang menggelar aksi unjuk rasa ke kantor DPRK Bener Meriah, yang mempertanyakan rasionalisasi honorer, Bupati Bener Meriah, Ahmadi SE menegaskan rasionalisasi tidak berarti diberhentikan, Selasa (2/1/2018).

Orang nomor satu di Bener Meriah itu menjelaskan kepada seluruh hadirin yang hadir bahwa tidak ada satu suratpun yang ditanda tangani bupati yang menerangkan pemberhentian  honorer dan tidak ada pemberhentian sewenang-wenang.

Ahmadi mengatakan yang ada hanya Rasionalisasi yang nanti disesuaikan dengan kebutuhan. yang kurang dicukupkan yang lebih di kurangi, dan disesuaikan dengan beban kerja.

Artinya kata Ahmadi, untuk sementara Honorer di Bener Meriah dirumahkan hal tersebut untuk mengevaluasi kinerja PNS yang ada, dan untuk mendata ulang terkait banyaknya honorer fiktif dan kemudian akan dilakukan uji kompetensi yang akan disesuaikan dengan kebutuhan kerja.

Ahmadi menjelaskan Program Rasionalisasi ini dilakukan untuk menata kembali birokrasi serta pegawai baik PNS, Honorer dan Bakti dilingkungan Pemkab Bener Meriah. Persoalannya sekarang adalah mis comunikasi, dalam hal penyampaian, serta adanya oknum yang tidak bertanggung jawab dan “menggoreng” isu ini dengan istilah pemberhentian.

Kepada ratusan peserta aksi unjuk rasa tersebut,  Ahmadi meminta agar diberikan waktu untuk menata kembali semua terkait masalah honorer dan juga meminta kepada honorer dan bakti untuk bersabar dan menunggu jadwal seleksi seperti jadwal yang telah ditentukan. (Wien Pengembara)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!