Ini Motif Bayi Dikubur Hidup-Hidup di Aceh Tengah

  • Whatsapp
Kapolres Aceh Tengah AKBP mahmun Hari Sandy Sinurat didampingi Kasatreskrim Agus Riwayantodi Putra dan Kabag Ops Jon Damanik saat Konfrensi Pers dengan awak Media (Foto/Ist)

Kabargayo.com, Takengon: Masyarakat Aceh Tengah digegerkan dengan penguburan bayi laki-laki yang baru lahir di seputaran Kecamatan Pegasing Kabupaten setempat. Pelaku penguburan bayi itu tidak lain adalah orang tuanya sendiri berinisial SM (36) pada senin 31 Agustud 2020 sekira pukul 15.00 Wib dibelakang rumahnya.

Menurut keterangan Kapolres Aceh Tengah AKBP mahmun Hari Sandy Sinurat, S.IK, tersangka melancarkan aksi tindak pidana itu ditengarai takut ketahuan oleh orang-orang SM melahirkan seorang anak tanpa suami sah.

Read More

“Anak yang baru dilahirkan itu merupakan hasil hubungan gelap tersangka dengan seorang laki-laki berinisial SP, masih berstatus suami orang,” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim Agus Riwayantodi Putra dan Kabag Ops Jon Damanik, Rabu 02 September 2020 di Mapolres setempat.

Lebih lanjut kata dia, suami sah SM sebelumnya terjerat kasus Narkoba dan saat ini masih menjalani hukuman di Aceh Tenggara.

“Kami akan lakukan penyelidikin lebih jauh tentang kasus ini, termasuk apakah ada campur tangan suami dalam kasus ini,” terang Sandy.

Atas perbuatannya itu, SM dijerat dengan pasal 341 KUHPidana, dengan hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun, Jo Pasal 76C,
Jo Pasal 80 ayat (1),(2).(3) dan (4) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI
No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Ro.72.000.000.

Sedangkan dalam ayat 2 pidana
penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts