Ingin Tahu Sebuah Berita Fakta atau Hoax, Cek dengan Cara Ini

JAKARTA: Sering melihat berita-berita aneh dan viral di Facebook, jangan langsung percaya dan membagikan berita tersebut sebaiknya cek dulu apakah berita itu fakta atau hoax. Jangan sampai karena tertarik dengan judul kemudian langsung share, bisa-bisa anda harus berurusan dengan penegak hukum karena dituduh turut menyebarkan berita bohong.

Untuk mengecek apakah berita hoax atau fakta. Kita sebenarnya dapat melakukan pengecekan dengan cara-cara sederhana sebagai berikut:

1. Perhatikan Elemen Berita

Berita hoax, biasanya kerap memiliki kalimat-kalimat janggal, seperti kalimat “Sebarkanlah!”, “Viralkanlah!”, dan sejenisnya. Artikel penuh huruf besar dan tanda seru, jika menjumpai seperti ini patut dicurigai sebagai berita hoax.

2. Perhatikan Judul berita

Berita hoax biasanya menggunakan judul sensasional dan provokatif dan langsung memvonis pihak tertentu. Isinya terkadang diambil dari berita media resmi, namun kemudian diubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.

Jika menjumpai judul seperti ini, cari referensi berita serupa di situs media online resmi. Cara paling gampang adalah copy fastekan judul berita tersebut di pencarian google dan bandingkan hasil pencarian tersebut.

3. Lihat Tanggal dan Waktu

Berita-berita hoax seringkali merujuk pada waktu kejadian dengan istilah seperti kemarin, dua hari yang lalu, seminggu yang lalu. Tak ada tanggal dan hari yang jelas. Sebaliknya berita yang terpercaya selalu mempunyai keterangan waktu yang jelas dan dapat ditelusuri urutan waktunya.

4. Cermati alamat situs dan tautan berita

Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.

Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

5. Lihat apakah Format Aneh

Berbagai situs hoax memiliki salah pengetikan atau desain laman yang aneh. Baca secara seksama jika kalian ingin melihat tanda-tanda ini.

6. Perhatikan Sumber Berita

Perhatikan dengan seksama sumber berita, apakah dari lembaga berwenang. Berita hoax biasanya terkadang narasumbernya hanya sepihak dan beritanya tidak berimbang.

Jadi jangan mudah percaya jika misalnya ada berita yang informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.

Perhatikan juga apakah berita tersebut apakah isinya lebih banyak opini sepihak tanpa ada keterangan pihak lain. Jika hanya sepihak maka itu adalah opini dan bukanlah fakta.

Pastikan kamu verifikasi sumber dan konten berita dengan mencarinya di Google. Cari tema berita secara spesifik dengan kata hoax di belakangnya.

Biasanya, kalau memang benar itu hoax, akan muncul artikel pembahasan terkait.

7. Cermati Keaslian foto

Berita Hoax biasanya dilengkapi dengan photo yang sudah dimanipulasi atau diedit. Bukan hanya photo namun juga ada video yang telah di edit. Tujuannya tidak lain adalah untuk memprovokasi pembaca.

Cara untuk mengecek keaslian foto dapat dilakukan dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

8. Lihat nama penulisnya

Perhatikan siapa yang menulis berita tersebut, dan coba lakukan pencarian di mesin pencari tentang siapa profil dan identitas penulis tersebut. Sebaliknya, berita yang terpercaya ditulis oleh orang yang jelas dan dapat ditelusuri kredibilitasnya dan jejak rekam jejaknya apalagi jika seorang wartawan yang bekerja di media yang resmi.

9. Ikut serta grup diskusi anti-hoax

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, netizen dapat berbagi informasi dan berdiskusi serta bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau fakta.

Dengan bergabung dengan grup-grup ini kita juga dapat melihat klarifikasi dari anggota Grup. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya tim pemantau yang melakukan pengecekan tentang sebuah berita yang merupakan Hoax atau fakta.

10. Laporkan jika berita itu Hoax

Langkah terakhir jika mendapati berita Hoax, segera laporkan. Kalau di Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback. Twitter gunakan fitur Report Tweet begitu juga dengan instagram. Selain itu anda juga dapat melaporkan atau mengadukan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. (Wien Godank/DBS)
.

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!