Illiza Luncurkan Akta Kelahiran Online Disdukcapil Kota Banda

0

BANDA ACEH: Setelah meluncurkan aplikasi antrian online, kini Disdukcapil Kota Banda Aceh kembali melakukan inovasi, yakni aplikasi Akta Kelahiran Online. Aplikasi ini resmi diluncurkan oleh Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, rabu (22/3/2017) di Aula Lantai IV, Gedung A, Balaikota Banda Aceh.

Peluncuran aplikasi ini turut disaksikan Wakil Walikota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin, Kepala UNICEF Aceh Andi Yoga Tama, Direktur PKPM Aceh Drs Muslim Zainuddin MSi, Kepala Disdukcapil Banda Aceh Syahrullah, Para Camat, Para Keuchik dan sejumlah Kepala SKPD jajaran Pemko Banda Aceh.

Selain aplikasi Akta Kelahiran Online, Illiza juga meluncurkan program Pencatatan Kelahiran Berbasis Gampong.

Sesaat usai peluncuran, Illiza mengatakan inovasi ini menjadi bukti kegigihan dan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam melayani masyarakat khususnya dalam pengurusan Akta Kelahiran. Dengan diluncurkannya sistem Akta Kelahiran Online dan Pencatatan Kelahiran Berbasis Gampong tersebut, Pemerintah Kota menginginkan kemudahan bagi masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu harus datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, warga cukup datang saja saat pengambilan Akte Kelahiran saja.

“Inilah salah satu dampak positif dari perkembangan kemajuan Teknologi Informasi, kita dapat memberikan kemudahan-kemudahan dalam pelayanan pemerintahan kepada masyarakat,” ujar Illiza.

Kata Illiza, saat ini teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu jenis dari bentuk teknologi yang berkembang dengan sangat pesat. Melalui fitur andalannya yaitu internet, saat ini teknologi komunikasi dan informasi merupakan salah satu jenis teknologi yang menduduki peringkat teratas penggunaannya, yang sudah menjadi bagian dari kepribadian individu tertentu.

“Sebagai kota yang menerapkan Konsep Smart City, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen memberikan pelayanan yang tepat, cepat dan efisien kepada seluruh masyarakat. Salah satunya melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam sistem pelayanan publik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada UNICEF Aceh dan PKPM atas kerjasama dan mensupport Pemerintah Kota.

Setelah proses pendaftaran selesai, warga tinggal mendatangi Kantor Disdukcapil Kota Banda Aceh di Komplek Balaikota, Jalan Abu Lam U Taman Sari untuk mengambil Akta Kelahiran dengan membawa data pendaftaran yang telah diprint sebelumnya dan syarat-syarat seperti Surat Keterangan Melahirkan Dari Bidan/Dokter, Kartu Keluarga, Foto Copy Buku Nikah, Foto Copy  KTP Suami/Istri, Foto Copy KTP Saksi dan Pelapor.

Terkait dengan program pencatatan kelahiran berbasis Gampong, Pemerintah Kota bekerjasama dengan UNICEF dan Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) telah melatih admin di Gampong-gampong yang akan menjadi mitra Disdukcapil dalam melayani warga yang akan mengurus Akta Kelahiran.

“Di setiap Gampong nanti ada admin, warga juga bisa mendatangi mereka dan melapor untuk kemudian diteruskan ke Disdukcapil. Selain itu, di Rumah Bersalin dan Rumah Sakit juga telah kita bangun kerjasama dimana mereka akan memberikan laporan kelahiran setiap hari,” ungkap Kadisdukcapil Kota Banda Aceh, Syahrullah saat dimintai penjelasannya.

Lanjutnya, dari laporan pihak Rumah Bersalin dan Rumah Sakit secara online akan segera ditindaklanjuti oleh Disdukcapil. Sesuai SOP, Akta Kelahiran akan selesai dalam waktu dua hari kerja.

Cakupan Layanan Lewati Target Nasional

Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Syahrullah mengungkapkan dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan pihaknya, saat ini cakupan layanan pemenuhan Akta Kelahiran bagi warga Kota Banda Aceh telah melewati target Nasional.

Katanya, jumlah penduduk Banda Aceh sesuai dengan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Pusat adalah 253.324 jiwa. Sedangkan Akta Kelahiran di Banda Aceh untuk usia 18 tahun ke atas telah dicetak dan dikeluarkan oleh Disdukcapil Kota Banda Aceh sebanyak 201.323 lembar, setara 86 persen. Sementara untuk usia 0-18 tahun sudah dikeluarkan sebanyak 27.051 lembar atau setara 89 persen.

Lanjut Syahrullah, target cakupan layanan Nasional sesuai RPJM untuk Akta Kelahiran adalah 80 persen pada tahun 2019 nanti.

“Artinya dengan berbagai inovasi yang telah kita lakukan, Alhamdulillah saat ini kita telah melewati target Nasional yakni 80 persen di tahun 2019,” tambah Syahrullah. (REL))

Komentar Anda
SHARE