Ibrahim Kadir, Seniman Multitalenta Wafat, “Puisi Tak Terkuburkan” Tak Terlupakan

  • Whatsapp
Almarhum Ibrahim Kadir dalam satu Moment. (Foto-Fauzi Ramadhan Facebook)

Kabargayo.com, Takengon; Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Ibrahim Kadir seniman Multitalenta Aceh Tengah menghadap Sang Khalik. Ibrahim Kadir adalah satu sosok seniman yang tidak mengenal waktu saat berseni. Dedikasinya untuk mengelorakan kesenian Gayo.

Sosok budayawan, seniman dan sejarawan serta Aktor, Ibrahim Kadir berpulang ke rahmatullah, (1/9) sekira pukul 11.00 wib di Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon.

Bagi masyarakat Gayo, Ibrahim Kadir dikenal sebagai sosok seniman yang mumpuni dengan beratus bahkan ribuan rilik lagu yang telah tercipta dari ruang pikirannya. Dan yang paling populer dan gampang diingat adalah lagu dengan judul Kin Takengen (Untuk Takengon-red).

Bukan hanya itu, Ibrahim Kadir juga sebagai tokoh sejarah Gayo, terutama saat pergolakan PKI tahun 1965 silam. Sebagai aktor memerani beebrapa Film layar lebar karya Garin Nugroho. Salah satunya Film berjudul “Puisi Tak Terkuburkan”. Bercerita bagaimana rakyat menghadapi masa kelam bersama PKI di Takengon.

Bukan hanya itu, seniman ini juga berkesempatan bermaoin di beberapa Film garapan Sutradara Nasional lainya, Cristine Hakim dalam Film Cut Nyak Dien.

Ibrahim Kadir dngan teman sejawatnya mempunyai nama panggilan, Win Rasi. Hal ini pernah dituliskan oleh Novarizqa Saifoeddin. Kini sosok humoris dan perokok itu telah menghadap Sang Khalik.

Namun karya-karyanya tetap hidup di nafas seniman Gayo. Contoh teladan telah diberikanya kepada ratusan masyarakat pecinta seni Gayo. Selamat jalan Guru, jasamu akan terkenang sepanjang masa. Semoga Surga tempatmu. (KG45)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts