Hutan Lindung Dirambah Bukit dan Wih Pesam Terancam Kekeringan Sumber Air Bersih

0

REDELONG: Masyarakat di Kecamatan Bukit dan Wih Pesam terancam kekeringan akibat dari perambahan yang terjadi di Hutan lindung  Burni Telong. Dikhawatirkan dampak perambahan hutan lindung untuk perkebunan itu akan membuat sumber air dikawasan itu akan menjadi kering.
Fakta tersebut diungkapkan oleh Ketua Aceh Green Community Bener Meriah Sri Wahyuni “ Tahun lalu kita sudah melakukan penaman pohon di area hutan lindung itu namun namun saat ini pohon tersebut sudah tidak terlihat dan

banyak masyarakat di area tersebut yang sedang membersihkan lahan dan membuat gubuk” ujarnya.

Menurutnya, kawasan hutan tersebut merupakan  sumber air bersih masyarakat, dan sudah di ekspolitasi oleh PDAM. Saat ini air sebenarnya tidak layak
konsumsi akibat tercermar pertisida namun fakta dilapangan.

Bukan itu saja, saat ini hutan tersebut juga terus di gunduli. Ia menyebutkan, selama ini sudah sering melakukan audensi dan demo kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah namun hingga saat ini belum ada muncul kebijakan kebijakan yang menghentikan alih fungsi hutan dan penegakan hukum atas pelaku perambahan.

Langkah yang akan dilakukan oleh pihaknya kata Sri Wahyuni akan mengumpukan tanda tangan organisasi dan kelompok-kelompok yang peduli terhadap penyelamatan hutan lindung Burni Telong.

“Ini masalah yang emergensi dan harus segera diselesaikan dan kita  berharap pengelolaan hutan lidung dapat dikembalikan ke darah dan penegak hukum dapat menangkap pelaku perambahan” ujarnya.

Menurut Sri Wahyuni dalam hal ini diperlukan ketegasan Pemerintah setempat sebab yang menguasai lahan-lahan tersebut saat ini sudah banyak. “ Saya juga  tidak mau nantinya disalahkan oleh generasi selanjutnya bahwa saya orang tua yang bodoh yang tidak tau untung akibat pembiaran perambahan hutan ini, “ Kata Sri Wahyuni.

Padahal sebelumnya Pemda Bener Meriah pada Tahun 2016 juga telah mengeluarkan SK tentang pembentukan Tim Perlindungan  Hutan Lindung di kabupaten Bener Meriah dan Keputusan Bupati Tentang Pembentukan TimTeknis
Perlindungan Kawasan Hutan Lindung Dalam Wilayah Kabupaten Bener Meriah.

“ Setelah tim itu di bentuk kita ada gelar rapat dua kali dan turun kelapangan dua kali namun  tidak ada tindak lanjut dan kenyataanya hutan yang sudah ditanampun telah dirusak lagi” Imbuh Sriwahyuni.( Uri)

Komentar Anda
SHARE