HUT Kota Takengon Pelajar di Aceh Tengah Pawai Karnaval Budaya

0

TAKENGON-  Antusiasme siswa-siswi sekolah dari berbagai tingkat jenjang pendidikan, ikuti Parade Budaya dalam rangka peringati Hut Kota Takengon ke 440 tahun. 
Pawai Budaya dengan tema seni adat Budaya Gayo, yang di ikuti oleh sekitar 18000 orang peserta, terlihat berlangsung meriah. Kontingen parade siswa-siswi yang di ikuti oleh seluruh pelajar seKabupaten Aceh Tengah, berkumpul di depan GOS (Gedung Olah Raga dan Seni) Takengon, sebagai titik pelepasan kontingen. 
Kharimansyah selaku Sekertaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah, melepas rombongan Pawai Budaya Hut Kota Takengon ke 440 tahun tersebut, dengan rute melewati Kantor Bupati Aceh Tengah, untuk kemudian melintasi kawasan Jln. Sp. 5, kawasan jln sengeda pasar inpres, kemudian selanjutnya melewati jalan Sp. Wariji, untuk kemudian rute selanjutnya kembali berkumpul di Lapangan Musara Alun. 
Ir Nassaruddin MM. selaku Bupati Aceh Tengah, hadir bersama dengan Dandim 0106 Aceh Tengah, Kapolres Aceh Tengah, Ketua Kejari dan seluruh jajaran SKP Forkopimda seKabupaten Aceh Tengah, menyaksikan sekaligus melepas kontingen pawai Budaya Hut Kota Takengon 440 tahun tersebut di halaman kantor Bupati Aceh Tengah.
Dalam pawai yang melibatkan 18000 orang peserta siswa-siswi pelajar, dengan di kawal oleh dewan guru sekolah masing-masing dari berbagai tingkat pendidikan seKabupaten Aceh Tengah, sempat di warnai dengan guyuran hujan, walau demikian peserta karnaval terlihat antusias mengikuti pagelaran acara karnaval Pawai Budaya yang di saksikan masyarakat dan para wali murid yang menonton jalanya aksi pawai di sepanjang rute yang di lalui peserta pawai.

Usai pelepasan rombongan peserta pawai Budaya, Nasarudin Kadis Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, memberikan keterangan kepada awak m edia, untuk suksesi karnaval Budaya yang melibatkan 18000 orang pelajar, benar-benar karena keinginan para murid yang ingin turut serta mengikuti pawai, Nasarudin juga mengatakan bahwa “mahalnya sewa pakaian adat yang di nilai oleh sebagian orang tua/wali murid, terlebih yang berekonomi lemah adalah hal yang wajar dalam kesempatan tersebut, karena pakaian adat memang mahal dan terbatas”, demikian yang di sampaikan Nassarudin. (ErwinSP)

Komentar Anda
SHARE