Hut Damkar ke 98 “Pantang  Pulang Sebelum Api Padam”

0

 

Dalam rangka memperingati HUT Damkar (Pemadam Kebakaran) ke 98 tahun, Unit Damkar Aceh Tengah gelar atraksi simulasi pemadaman kebakaran

TAKENGON: Upacara peringatan HUT Damkar ke 98 tahun di Kabupaten Aceh Tengah, secara umum di peringati pada tanggal 1 Maret dalam setiap tahunnya. Seperti lazimnya unit Damkar di Indonesia, Unit Damkar Kabupaten Aceh Tengah juga tak luput ikut serta dalam memperingati hari tersebut.


 Apel Upacara peringatan HUT Damkar ke 98 tahun yang di selenggarakan senin 13/3/2017, di Lapangan Setdakab Kabupaten Aceh Tengah, berlangsung meriah dengan suguhan simulasi dari Unit Damkar. Antusiasme para undangan dari jajaran SKPK Forkopimda Aceh Tengah, Kajari Aceh Tengah, Kapolres Aceh Tengah serta perwakilan dari beberapa sekolah tingkat SMA di Kabupaten Aceh Tengah, terlihat memberikan aplaus saat antraksi pemadaman kebakaran di lapangan Setdakab tersebut. 

“Upaya pemadaman api oleh pihak Damkar dalam simulasi kebakaran, sebagai percontohan kepada kaum ibu apabila terjadi kebakaran yang salah satunya di sebabkan oleh tabung gas”, demikian yang dikatakan oleh protokol saat antraksi tersebut berlangsung. Zikriadi selaku Kadis BLHK-P Aceh Tengah juga turut mencoba memadamkan api yang secara khusus direkayasa dalam wadah Drum sebagai objek kebakaran, di susul beberapa Camat di Kabupaten Aceh Tengah, kemudian terlihat juga salah seorang kaum ibu dari Dinas terkait di Kabupaten Aceh Tengah ikut memperaktekan pemadaman api.

Salah satu yang menyita perhatian adalah  saat siswa-siswi tingkat SMA turut di beri kesempatan dalam simulasi, para siswa-siswi pelajar SMA serentak mengajukan diri mewakili rekan mereka, karena terpicu mudahnya memadamkan api, menggunakan media goni yang telah dibasahkan dengan air.

Jauhari,ST. selaku kepala BPBD Kabupaten Aceh Tengah, usai pelaksanaan apel Hut Damkar ke 98 tahun itu, kepada media mengungkapkan tentang jumlah armada pemadam yang dimiliki oleh Damkar Aceh Tengah sebanyak 10 unit dan terbagi 4 unit untuk beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah.

 Jauhari juga menghimbau agar masyarakat hendaknya tidak memberikan informasi bohong tentang kebakaran, karena imbas dari laporan tersebut sangat berpengaruh terhadap keselamatan masyarakat, ia mengatakan bahwa Unit Damkar mempunyai target 15 menit untuk mencapai sumber kebakaran.

Dikhawatirkan akibat adanya laporan palsu tersebut, bisa saja terjadi kecelakaan terhadap pengguna jalan dan masyarakat yang mendengar sound fire, karena mengikuti kendaraan unit pemadam. Jauri menambahkan bahwa selama ini masyarakat cenderung menjadikan kebakaran sebagai tontonan, sehingga menyulitkan Unit Damkar untuk mencapai lokasi akibat sempitnya jalan. demikian yang di katakan oleh Jauhari.

Saat ini diketahui bahwa unit damkar Aceh Tengah memiliki 10 Unit armada kebakaran yang telah di bagi ke beberapa kecamatan, dengan jumlah total keseluruhan personil sebanyak 105 orang, dengan motto “Pantang pulang sebelum padam, walau nyawa menjadi taruhan”. (ErwinSp) 

Komentar Anda
SHARE