Honorer membeludak, APBK Bener Meriah Membengkak

0
Tgk Alhukamah

REDELONG : Tenaga honorer di Kabupaten Bener Meriah kian membeludak, akibatnya APBK menjadi membengkak dan membebani anggaran daerah. Terkait hal tersebut Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kabupaten Bener Meriah Drs Rusli M Saleh beserta Seketaris daerah ( Sekda) Drs Ismarissiska, MM akan terus memeriksa SK honorer didaerah itu.

Akan diverifikasinya SK tenaga honorer di Kabupaten Bener Meriah yang dianggap terlalu membebani APBK Bener Meriah, hal tersebut diutarakan Rusli M Saleh pada apel pagi tanggal 27 Maret 2017 yang lalu dihadapan para pegawai dan honorer yang mengikuti apel pagi.

Sementara dari data rekap tenaga honorer tahun 2017 yang disampaikan BKPP Bener Meriah melalui Seketaris BKPP Erlian, Spd kepada beberapa awak media Rabu (29/3/2017) diruang kerjanya, Sedikitnya tenaga honorer yang telah direkap mencapai 4276 honorer.

4276 honorer tersebut masing-masing menerima gaji dengan bervariasi, mulai dari gaji honorer Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah) sampai honorer gaji 1000.000 perbulan.

Untuk honor yang gajinya 200.000 perbulan terdapat sebanyak 2.356 orang, honorer gaji  400.000  sebanyak 12 orang, honorer gaji 500.000 sebanyak 974 orang, honorer gaji 700.000 sebanyak 11 orang, honorer gaji 750.000 sebanyak 447 orang, honorer gaji 850.000 sebanyak 52 orang, dan honorer gaji 1000.000 sebanyak 424 orang. Seluruh honorer sampai 2017 mencapai 4.276 orang dengan jumlah gaji honorer pertahunnya sebesar 16.627.440.000 ( Enam belas milyar enam ratus dua puluh tujuh juta empat ratus empat puluh ribu rupiah).

Langkah Plt Bupati Bener Meriah akan memverifikasi SK honorer, Ketua Badan Kehormatan ( BK) DPRK Bener Meriah Tgk Alhukamah yang didampingi Drs. Zetmen mengapresiasi sikap Rusli M Saleh tersebut.

” kita sangat mendukung langkah Bupati yang masih menjabat saat ini untuk memverifikasi tenaga honorer,  walaupun menurut kami agak terlambat namun itu tidak masalah dari pada tidak dilakukan sama sekali “. Ucap Tgk Alhukamah.

Politisi Partai Nasdem itu lebih lanjut menyebutkan, membeludaknya tenaga honorer, dan menjadi beban anggaran APBK daerah itu terjadi hampir setiap tahun dan menyangkut hal tersebut selalu dibahas hampir disetiap  sidang anggaran DPRK.

Namun yang kita sayangkan, hampir 70 persen tenaga honorer tersebut berdomisili diluar Bener Meriah, dan itu terjadi akibat tidak berjalannya visi-misi Bupati yang masih menjabat saat ini. Sebut Tgk Alhukamah.

Dimana visi-misi Bupati tersebut lanjutnya, menjadikan Bener Meriah menjadi negeri madani serta mengangkat Kepala Dinas yang berdomisili di daerah ini. Namun pada kenyataannya sampai sekarang ini kebanyakan Kepala SKPK berdomisili diluar Bener Meriah akibatnya hampir disetiap instansi para honorer yang dimasukkan kebanyakan dari Aceh Tengah. Tuturnya.

” toh itu juga tidak mengapa asalkan honorer yang berasal dari luar daerah ini memiliki kemampuan, untuk membangun daerah ini. Namun dari pantauan kami hal itu juga tidak terjadi, kita melihat honorer yang dimasukkan bukan berdasarkan kemampuan dan keahlian dalam bidang membangun daerah, hanya berdasarkan mereka masih ada hubungan saudara  dengan Kepala SKPK atau Seketaris Dinas tersebut ”

Dengan ungkapan  penuh makna Politisi Nasdem tersebut mengatakan, kalau yang didatangkan itu cuma hanya memiliki skil (kemampuan) tukang” pemecahan batu ” atau tukang” sapu” tentu kita tidak butuh karena didaerah ini juga masih banyak yang mampu. Kita harapkan kalau pun mereka didatangkan dari daerah lain adalah orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan untuk membangun daerah ini. Sebut Alhukamah.

Untuk itu kata Alhukamah, langkah Plt Bupati Bener Meriah untuk memverifikasi tenaga honorer tidak boleh berhenti, itu nanti harus dilanjutkan Bupati yang terpilih kedepannya. Karena kalau itu tidak diperbaiki kedepannya maka 1 triliun pun anggaran itu diplot untuk gaji tidak akan membawa  perubahan kearah pembangunan untuk kemajuan daerah ini. Cetusnya.

Kita juga sangat berharap kepada Bupati yang terpilih, nantinya harus bersikap tegas dan berani untuk memprioritaskan memberdayakan masyarakat Kabupaten Bener Meriah ini. Dan kalau perlu lakukan revolusi walau kita tau revolusi tersebut berat tantangannya namun kami yakin dengan label Bupati termuda untuk wilayah Sumatera dan Aceh pastinya bisa lakukan hal itu. Tandas Alhukamah.

Sementara itu Zetmen menyebutkan, memang selama ini kita ketahui perekrutan tenaga honorer di jajaran Pemerintah daerah ini tidak transparan sehingga mengakibatkan penerimaan honorer lebih didominasi masyarakat diluar Bener Meriah. Karena sejauh ini para Pejabat khususnya Kepala Dinas kebanyakan dari Kabupaten Aceh Tengah. Ujar Zetmen. (Gona)

Komentar Anda
SHARE