Hindari Pedagang Dari Zona Merah, Disperindag Larang Berjualan di “Pasar Inpres”

  • Whatsapp
Kadis Disperindag Aceh Tengah, Joharsyah (kiri) bersama staf selesai memasang spanduk larangan berjualan di bdan jalan, lai itu untuk mengantisifasi pedagang dari zona merah. (foto-putra gayo)

Kabargayo.com, Takengon; Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Aceh Tengah melarang pedagang berjualan di pinggir jalan di kawasan pasar inpres, tepatnya di depan atau deretan Apotik Putroe Bungsu.

Menurut Kadis Perindustrian, Joharsyah selama wabah covid masih mengintai masyarakat, pihaknya terus berupaya mengingatkan warga untuk tidak berkerumun dalam bulan suci ramadan ini.

“Pemerintah terus mengingatkan dan selalu memberikan himbuan agar tidak berkurumun. Kami tahun ini tidak memberi ruang berjualan bagi warga di kawasan Pasar Inpres, karena kondisi tidak memungkinkan karena wabah corona,” kata Joharsyah, (28/4/2020).

Menurut Joharsyah yang berjualan dipasar menjelang Hari Raya Idul Fitri adalah diduga wrga yang datang dari Zona merah seperti; Medan. Pihak Disperindag dari awal terus mengantisipasi kegiatan berjualan itu dengan memasang spanduk bertulisan, “Dilarang berjualan di daerah milik jalan dan trotoar,”.

Disampaikan, Joharsyah jika masih ada pedagang yang membandel tetap berjualan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas, dengan bekerja sama dengan Satpol PP. “Masih membandel kami akan tegas melalukan tindakan bekerja sama dengan Satpol PP,” ujar Joharsyah.

Setelah dipantau secara seksama, di kawasan larangan berjualan ternyata telah di “Skat-skat” lokasi berjualan dengan sewa menurut warga setempat senilai, Rp.800 ribu perlapak.

Menurut warga setempat semalam (27/4) ada beberapa orang yang tidak dikenal telah melakukan “skat-skat” lapak untuk disewakan kepihak ketiga.

“Kami tidak tahu siapa yang membuat lapak-lapak itu. Kami hanya melihat mereka membuat batas-batas untuk penjual yang nantinya katanya akan menyewa lapak tersebut,” kata warga yang menjual pakaian. (putra gayo)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts