Himpunan Pedagang  Sayur Datangi DPRK Bener Meriah

  • Whatsapp

REDELONG: Sejumlah pedagang sayur tergabung dengan HPSBM (Himpunan Pedagang Sayur Bener Meriah) di Bener Meriah datangi gedung  DPRK Bener Meriah. Kedatangan mereka untuk menyampaikan  keluhan terkait pasar Bale Atu Kecamatan Bukit  Bener Meriah, Senin (6/1/2020).

Para pedagang sayur ini kemudian bertemu dengan  anggota komisi B DPRK Bener Meriah di antaranya. Herman Ramli, Kasim, Drs. Zetmen, dan Junaidi. Mereka menyampaikan kondisi terkini pasar Bale Atu.

Read More

Tak hanya itu, mereka juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk membuat  Perda atau Perbub menyangkut  keberadaan pedagang sayur yang menebar di Kecamatan Bukit agar bisa disatukan di pusat pasar Bale Atu.

Hal ini dikuatkan karena sebelumnya sudah ada kesepahaman dan kesepakatan bersama lewat pertemuan dengan dinas perdagangan, camat bukit dan unsur TNI/Polri serta reje kampung setempat, bahwa pusat pasar akan di aktifkan dan difungsikan kembali.

Ketua Himpunan pedagang sayur Bener Meriah, Sabardi kepada anggota Dewan yang hadir mengungkapkan pihaknya  telah memenuhi kewajiban kami untuk membayar sewa gudang Pusat pasar Bale Atu ke pemkab Bener Meriah melalui dinas terkait, sebesar Rp. 2.400.000 pergudang.

“Sampai saat ini, jumlah pedagang yang masih bertahan di pusat pasar Bale Atu sebanyak 20 orang. Jadi untuk tahun ini kami sudah bisa menyetorkan PAD sebesar Rp 48.000 000″ungkapnya.

Pihaknya ungkap Sabardi berharap kedepannya tidak ada lagi pedagang yang melakukan muat barang hasil palawija Bener Meriah, selain di pusat pasar Bale Atu. Ia berharap adanya penertiban dari pihak terkait.

Untuk itu perlu adanya regulasi untuk menertibkan itu semua. Karena menurut Sabardi dari 100 lebih jumlah gudang yang tersedia di pusat pasar Bale Atu, saat ini hanya diisi sebanyak 20 orang pedagang.

Sabardi juga membantah jika keberadaan gudang pasar tersebut di sewakan kepada masyarakat sebagai tempat tinggal. Menurutnya, gudang tersebut hanya di berikan kepada anggota pekerja kami dengan harapan gudang tersebut di jaga dan di rawat, ketimbang terbengkalai dan kosong.

Sabardi menjelaskan dengan bersatunya seluruh pedagang sayur di Pusat Pasar Bale Atu,  harga komoditi hulticultura dapat di stabilkan di tingkat pedagang, sehingga ditingkat petani tidak berada pada posisi yang dirugikan.

“Untuk itu perlu ada regulasi berupa Perda atau Perbub yang mengatur semua itu”ungkapnya. (Wein Pengembara)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts