Hikmah Tarbawi Dalam Hadits Lailatul Qadr

  • Whatsapp

Oleh: DR.Hamdan,MA

Keistimewaan bulan Ramadhan semakin sempurna dengan adanya satu malam yang dijanjikan Allah kepada hamba-hambanya yaitu malam lailatul qadr, malam lailatul qadr adalah satu malam kemulian dan malam penetapan, dinamakan malam kemulian disebabkan pada malam tersebut Allah menurunkan Al-Quran dan dinamakan malam penetapan dikarenakan pada malam tersebut Allah menetapkan ketetapan yang berlaku terhadap mahluk-Nya.

Read More

Diantara kelebihan malam lailatul qadr berdasarkan kepada riwayat yang ada  adalah pada malam itu diturunkan Al-Quran,sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagai malam keberkahan, malam penuh kesejahteraan, malam itu malaikat Jibril dan para malaikat turun kebumi dan juga malam penuh ampunan.

Adanya malam lailatul qadr,merujuk kepada Q.S.Al-Qadr, Surah tersebut merupakan surat Makkiyah(surah atau ayat yang diturunkan di Makkah,dalam surat tersebut yang ayatnya berjumlah 5  ayat bercerita bahwasanya pada malam itu Allah menurunkan Al-Quran pada malam lailatul qadr, satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Dalam hadist Rasulullah ditemukan banyak penjelasan tentang malam lailatul qadr tersebut,  diantaranya kenapa Allah menganugrahkan malam lailatul qadr tersebut kepada umat Nabi Muhammad SAW,dan juga  kapan terjadinya, dan amalan apa saja yang bagus diamalkan pada malam lailatul qadr.

Diantara Hadits tersebut adalah  hadits-hadits yang berkaitan dengan  amalan-amalan perlu dilakukan pada malam lailatul qadr;Sebuah hadits yang diriwiwayatkan oleh Imam Bukhari dan juga Imam Muslim dari Sayyidah Aisyah R.A. Aisyah mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW biasa ketika sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan kainnya(bersungguh-sungguh dalam beribadah dengan meninggalkan  istri-istrinya.

Hadits berikutnya yang diriwayatkan oleh Imam Bukari dari sahabat Abu Hurairah Rasulullah mengatakan bahwa: Barang siapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadr karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosa-dosanya akan diampuni; dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi dan Ibnu Majah dari sayyidah Aisyah beliau mengatakan bahwa saya pernah menanyakan kepada Rasulullah wahai Rasulullah jika ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah malam lailatul qadr, lantas doa apa yang mesti kuucapkan? memohonlah Allahumma innaka Affuwun tuhibbul aFwa fa’fuanna artinya ya Allah engkau maha pemaaf dan kau mencintai orang yang meminta maaf,karenanya maafkanlah aku;

 Hadits-hadits  yang lainnya diriwyatkan oleh sayyidah Aisyah dari Imam Bukhari dan Muslim bahwasanya Rasulullah bersabda yang tarjamahannya adalah: carilah oleh kalian keutamaan lailatul qadr pada malam-malam ganjil disepuluh malam terakhir bulan Ramadhan;dalam hadis yang lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Malik bahwasanya Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya yang relatif panjang,sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia ummatnya semakin pendek, sehingga tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat,sebelum mereka beramal karena panjangnya usia mereka, maka Allah memberikan Rasulullah lailatu qadr yang lebih baik dari seribu bulan.

Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Dzar R.A.Bertanya kepada Rasulullah, wahai Rasululllah beritahukan kepadaku tentang malam lailatul qadr apakah malam tersebut terjadi pada malam bulan Ramadhan atau bukan pada bulan Ramadhan? beliau menjawab,”pada bulan Ramadhan, dengan demikian, lailatul qadr sudah ada bersama para nabi terdahulu, lalu apakah setelah mereka meninggal dunia.malam lailatul qadr itu diangkat? ataupun malam tersebut ada sampai hari qiamat? Rasulullah menjawab,”akan tetap ada sampai hari qiamat;dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said al-khudri R.A.yang menjelaskan tentang bahwa lailatul qadr terjadi pada malam 21 Ramadhan

Hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Unais yang mendapatkan riwayat terjadinya lailatul qadr pada malam ke 23;hadits yang diriwayatkan oleh Abu said al-khudri yang menjelaskan tentang terjadinya lailatul qadri pada malam 24;hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas yang menjelaskan bahwa lailatul qadr terjadi pada malam 25 Ramadhan;sebuah hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berasal dari sahabat Ubay bin Kaab yang menjelaskan bahwasanya lailatul qadr terjadi pada malam 27 Ramadhan;sebuah hadits yang berasal dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa malam lailatul qadr terjadi pada malam 29.

Dalam hadits Rasulullah tersebut ada beberapa hikmah-hikmah dan pelajaran  yang dapat dipetik menyangkut Lailatul qadr tersebut :pertama bahwa dengan adanya  malam lailatul qadr yang Allah turunkan untuk umat muslim merupakan anugrah yang tak ternilai  bukan saja kepada umat nabi Muhammad SAW disebabkan adanya lailatul qadr menurut riwayat yang dikuatkan oleh ulama bukan saja terjadi pada umat muhammad SAW, akan tetapi juga merupakan anugrah Allah kepada umat nabi  sebelumnya; sebagai nikmat yang perlu di syukuri disebabkan dengan nikmat tersebut, bagi yang merasa kekurangan amal ibadah bisa mengejar kekurangan tersebut, dan karunia itu yang Allah turunkan pada setiap bulan Ramadhan disetiap tahunnya.

Dengan motivasi tersebut umat nabi Muhammad sebagai umat yang terakhir yang mempunyai umur yang singkat perlu untuk mengejar permata yang sangat berharga yang bernama lailatul qadr, oleh karena itu orang yang beriman perlu memiliki kometmen untuk mendapatkan malam lailatul qadr tersebut.

Kedua:keberaadaan terjadinya  malam lailatul qadr beragam pendapat ditemukan,namun dari riwayat-riwayat yang banyak ditemukan tersebut malam lailatul qadr di perkirakan terjadinya pada malam 10 malam yang terakhir,meskipun dari riwayat yang penulis jelaskan ada riwayat mengatakan malam 21,23,24,25,27,29,bahkan ulama mengatakan dari riwayat yang ada malam lailatul qadr di cari pada malam ganjil pada 10 mala terakhir.

Dari penjelasan tersebut malam lailatul qadr adalah sesuatu rahasia yang hanya orang-orang istimewa dimata Allah yang bisa mengetahui rahasia,kapan terjadi malam yang istimewa tersebut,semua itu mengajarkan kepada umat islam,bahwa berupayalah dengan sekuat tenaga untuk mencari malam tersebut.

 Kendatipun Allah menyembunyikan keberadaan kapan terjadinya malam lailatul qadr, agar umat muslim mencari dengan penuh perhatian,namun disebabkan kasih sayang Allah masih memberi kelonggaran dengan memberikan bocoran kemungkinan terjadinya,dalam artinya Allah menurunkan malam lailatul qadr dalam setiap tahun sekali,namun untuk memudahkan hambanya dalam mencari, Allah menjelaskan bahwa terjadinya pada bulan Ramadhan kemudian Allah mempersempit kemungkinan terjadinya pada sepuluh malam terakhir dan mempersempit kemungkinan terjadinya pada malam ganjil,sebab kemudahan-kemudahan tersebut adalah merupakan satu fasilitas yang menarik untuk mencari malam yang penuh rahasia tersebut.

Ketiga:Dalam beberapa keterangan ‘ulama-ulama salaf yang  shalih beberapa bulan menjelang bulan Ramadhan, terutama pada bulan Rajab dan juga sya’ban akan berdoa kepada Allah diberi keberkahan pada bulan Rajab dan juga bulan Sya’ban dan disampaikan kepada bulan Ramadhan yang mulia begitu juga banyak amalan orang-orang shalih yang dapat dicontoh dimana mereka meminta keberkahan pada bulan Ramadhan dan memohon agar Allah memberikan malam lailatul qadr tersebut.

Keempat:Dalam hadits shahih yang penulis jelaskan diatas ditemukan sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Sayyidah Aisyah bahwa Rasullullah pada sepuluh malam terakhir mengencangkan kainnya,dalam arti sebagai majaz dalam arti Rasulullah pada  10 malam-malam terakhir Ramdhan beliau,beri’tikaf meninggalkan segala hiruk pikuk kelaurga dan masyarakat,agar lebih fokus dalam melakukan beragam amal ibadah untuk mendapatkan bulan Ramadhan;berbeda jauh dengan apa yang terjadi baik pada diri kita maupun lumrah terjadi di masyarakat bahwa semakin mendekati idul fitri semangat melakukan amal ibadah semakin mengendor;siapa saja yang menginginkan agar mendapat malam lailatul qadr seharusnya  mencontoh prilaku Rasulullah dan juga Sahabat dan juga orang shalih;

Padahal orang yang   mengencangkan kainnya  yaitu berusaha semaksimal mungkin dan sekuat tenaga untuk menggunakan waktu yang tersisa pada 10 malam Ramadhan yang terakhir  dengan beragam ibadah,dan juga berdoa dengan sepenuh hati untuk mendapatkan lailatul qadr,belum tentu mendapatkan kemulian malam lailatul qadr tersebut apalagi yang tidak berusaha apa-apa.

*Penulis adalah Dosen IAIN Takengon.  

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts