Hidup Sekali, Hiduplah yang Berarti

Oleh: Riswan Mustafa**
Pengajaran dan pendidikan yang telah berjalan selama enam tahun oleh di Pesantren Haqqul Mubin Tansaran Bidin Wonosari yang dipimpin Tgk. Syuhada S.Pd.i kami segenap ustadz/ustadzah tentunya ingin meningkatkan pengajaran dan pendidikan agar santri- santri kami bisa menjadi orang yang berguna di dunia dan di akhirat dan akan mengantarkan gambaran pada gurunya akan menarik ke surga nantinya yang mana selalu kami terapkan di dalam pendidikan santri kami bermanfaat di dunia dan bermanfaat bagi masyarakat nantinya yang bermotokan “hidup sekali hiduplah yang berarti”.

Tapi dengan kurang lebih berjalanannya pendidikan di Pesantren Haqqul Mubin, kami merasakan kurangnya fasilitas yang belum terpenuhi dan gedung yang belum terselesaikan dan kekurangan fasilitas, bagi ustadz dan ustadzah yang tak luput dari keluhan yang harus diterima dengan kesabaran serta keikhlasan yang mendalam di dalam perasaan.

Selama ini ustadz dan ustadzah yang ada di Pesantren Haqqul Mubin selalu berusaha mendidik, mangayomi, mengajarkan santri-santrinya dengan sepenuh pendidikan dan pengajaran yang mereka miliki untuk menjadikan santri-santri yang berprestasi ,berimanjinasi tinggi diharapkan mereka menjadi santri bermanfaat di masyarkat dan yang tak pernah terlupakan di dalam pemikiran mereka (santri-santri) “hidup sekali hiduplah yang berarti”.

Maka dari itu kami memohon kepada yang mempunyai kewenangan terhadap hal ini agar bisa memprihatikan pasantren yang ada di Bener Meriah salah satunya dengan bersilaturahmi ke pasantren-pasantren yang ada di Bener Meriah agar seluruh pimpinan pasantren yang ada bisa memberi gambaran pesantren yang dialami nya saat ini dan mungkin bisa meningkatkan kinerja dan tupoksi (tugas dan fungsi) bagi seluruh pengajar yang menetap di pesantren tersebut.

Hal lain yang kiranya perlu menjadi perhatian adalah harapan untuk peningkatan pendapatan para ustadz dan ustadzah yakni para pengajar. Adalah suatu yang mengherankan kenapa diakhir zaman ini artis yang meruntuhkan akhlak anak muda, lebih tinggi pendapatannya dibandingkan guru yang mengubah akhlak anak-anak muda menjadi lebih baik bahkan terkadang lebih hina di sebagian masyarakat.

Hal ini perlu menjadi perhatian serius pihak berwenang supaya seluruh ustadz dan ustadzah dan dewan guru bisa lebih bermanfaat dibandingkan artis yang merusak akhlak, sehingga mereka akan mendidik dan mengajar dengan sepenuh hati serta ikhlas, yang pada gilirannya kelak akan melahirkan-pemimpin-pemimpin yang bernilai tinggi dengan bermotokan “Hidup sekali hiduplah yang berarti’.

** Penulis adalah guru pasantren Haqqul Mubin Tansaran Bidin Wonosari

Komentar Anda
SHARE