Hati-Hati! Dengan Smartphone Sidik Jari Bisa Dicuri dan Disalahgunakan

JAKARTA: Dengan perkembangan teknologi terutama pada telpon pintar, Smartphone setiap gambar yang diabadikan melalui kamera smartphone sangat halus dan detil. Tapi perkembangan teknologi ini akan bisa menjadi celah tindakan kejahatan oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

Sebuah temuan dari profesor Isao Echizen dari National Institute of Informatics (NIII), Jepang berhasil menemukan sebuah celah yang bisa dibuat untuk tindak kejahatan. Yaitu menemukan bahwa sidik jari yang sengaja atau tidak terpotret dalam sebuah foto seperti pose peace dan goodbye, ternyata bisa diidentifikasi dengan sangat jelas.

Ia menjelaskan semakin memiliki kamera dengan kualitas bagus, maka jangkauan jarak kejelasan sidik jari pun dapat sangat jauh. Dengan kemampuan kamera yang mumpuni  sidik jari dapat terindifikasi sejauh tiga meter. Hal ini dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab dan bisa saja sidik jari si pengunggah dicuri dan dimanfaatkan untuk kegiatan yang ilegal.

Sebenarnya bukan hanya foto peace dan goodbye saja yang berbahaya untuk diunggah. Namun setiap sidik jari yang terlihat dalam foto,  bisa saja digunakan untuk bahan deteksi. Hal ini diperparah kebanyakan smartphone memiliki sensor yang tidak terenkripsi, sehingga memungkinkan malware mendapatkan gambar langsung dari pemindai sidik jari.

Beberapa vendor smartphone memang mengklaim teknologi yang mereka gunakan aman untuk melindungi data pengguna, namun tetap saja tidak ada jaminan. Celah selalu saja ada, jika tidak hati-hati maka dapat merugikan pengguna.

Pada tahun ini, (2017) kenyataan ini makin diperkuat saat para peneliti menunjukan  betapa sebenarnya begitu mudah  untuk mencuri sidik jari dari jarak jauh, bahkan tanpa kontak tatap muka. Caranya dengan foto jari korban yang diambil lewat  kamera smartphone berkualitas.

Jika menggunakan kata sandi, senandainya  bocor atau diketahui orang lain kita dapat merubahnya dalam hitungan menit, namun berbeda dengan sidik jari kita akan tetap hidup dengan sidik jari unik kita selama sisa umur kita. Lalu bagaimanakah seandainya sidik jari dicuri dan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan merugikan kita. Sebenarnya inilah salah satu alasan agar kita tidak mudah terbuai dengan janji-janji pemasaran dari para vendor populer. Kita tetap harus hati-hati.(Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE