Hasil Pansus DPRK, Banyak Persoalan di SKPK Bener Meriah

REDELONG : Tim panitia khusus ( Pansus ) DPRK Kabupaten Bener Meriah yang terbagi ke dalam dua kelompok, telah melakukan Pansus ke Satuan Kerja Perangkat Kabupaten ( SKPK ) dan kelapangan. Dari beberapa SKPK yang dikunjungi banyak catatan yang masih harus dibenahi pihak eksekutif. Hal tersebut disampaikan Tgk. Muhammad Amin anggota tim Pansus 2 dalam sidang pembahasan KUA PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2017, Senin 30 Oktober 2017 di ruang sidang DPRK setempat.
Dalam laporan hasil tim Pansus 2 Tgk. Muhammad Amin politisi dari Partai Aceh ( PA ) membacakan temuan tim mereka, diantaranya di Dinas Perhubungan masih banyak rambu-rambu jalan yang belum terpasang, juga belum berfungsinya terminal terpadu Ketipis dan terminal Pondok Baru.

“ BPBD Kabupaten Bener Meriah, juga perlu melaksanakan pelatihan untuk personil Damkar, juga menenemukan adanya tumpang tindih kegiatan antara BPBD dengan dinas Kehutan terkait penanganan bencana konfil antara gajah dengan manusia di Kecamatan Permata “ujar Muhammad Amin.

Tgk. Muhammad Amin juga menyoroti keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Muyang Kute dimana sejauh ini belum tersedianya beberapa dokter spesialis seperti dokter spesialis mata, jantung, kulit. Selain itu juga menurutnya di rumah sakit kebanggaan masyarakat Bener Meriah itu terlalu membeludak tenaga honorer bagian kebidanan. Muhammad Amin meminta pembangunan ruang rekam medik diperluas dan diperbaiki dimana ada salah satu ruangan kondisinya sangat memperihatinkan. Katanya.

Dia juga menyoroti Dinas Pendidikan, sejauh ini masih kekurangan guru PNS beberapa mata pelajaran, dan dia meminta pemerintah daerah segera mencari solusi terkait hal itu.

Politisi dari partai PA itu juga mengharapkan kepada Bupati Bener Meriah, untuk penempatan Eselon II sebagai Kepala Dinas di Instansi hendaknya menempatkan orang-orang yang sesuai dengan keahlian yang dimiliki dan sesuai dengan dinas yang ditempati.

“ Menempatkan para pejabat Eselon II hendaknya kita mencontoh dengan apa yang dilakukan Rasululah Muhammad SAW, dimana Rasul menempatkan para sahabat yang sesuai dengan keahliannya, seperti Abu Bakar sahabat Nabi yang ahli bidang Politik, Usmar Ahli Ekonomi, Usman Ahli Sosial, dan Saidina Ali yang ahli perang. Artinya berikanlah pekerjaan itu pada yang ahlinya “ Pintanya.

Sementara itu Saharmiza Tim Pansus 1 dalam laporanya menyampaikan, Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah untuk meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) pos retribusi harus dievaluasi dan ditingkatkan kedepannya, agar PAD dapat bertambah setiap tahunnya. Pintanya.

Dalam pandangan umum, anggota DPRK lainya H. M.Isa  Arita menyoroti pembangunan rumah tidak layak huni yang adanya temuaan bahwa nama calon penerima yang telah di SK Plt Bupati Hasan Darjo pada tahun 2017 ada beberapa nama yang tidak mendapatkan pembangunan rumah tersebut. Bahkan menurutnya ada juga yang tidak dibangun padahal nama-nama tersebut sudah tercantum dalam SK calon penerima yang di keluarkan Plt Bupati.

Menangapi hal itu Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE dalam sidang pembahasan KUA PPAS perubahan itu mengatakan, menurut penjelasan dinas terkait pada masa itu setelah dilakukan verefikasi kelapangan bahwa ditemukan calon penerima yang masih berusia produktif dan masih ada calon penerima yang lebih layak mnerima sehingga pada bulan Juni Plt Bupati mengeluarkan SK perubahan calon penerima rumah pembangunan rumah layak huni. Tuturnya

Ahmadi juga  sepakat penertiban dan evaluasi keberadaan Pos-Pos reteribusi di tingkatkan agar sumber PAD dapat bertambah, serta agar tidak terjadi kebocoran-kebocoran yang tidak menyetor ke Kas daerah mobil yang membawa barang keluar maupun masuk daerah. Ungkap Ahmadi. ( Gona )

Komentar Anda
SHARE