Hasanuddin Darjo, Menangani Konflik Antara Gajah dan Manusia tidak Bisa Secara Instan

0

REDELONG :  Konflik antara  Gajah liar dengan manusia dikecamatan Pintu Rime Gayo, hingga saat ini  belum juga berakhir meskipun Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah telah berupaya keras menghalau kawanan hewan bertubuh besar itu bergerilya di pemukiman dan areal perkebunan masyarakat setempat.

Minggu malam ( 25/12/2016 ) masyarakat Trsnsat Singah Mulo Kecamatan Pintu Rime Gayo, terpaksa harus mengungsi ke masjid setempat, hal itu dikarenakan kurang lebih 22 kawanan gajah liar berkeliaran di kampung tersebut. 

Menyikapi persoalan tersebut Plt Bupati Bener Meriah Drs Hasanuddin Darjo MM saat dikonfirmasi beberapa awak media Selasa ( 27/12 ) diruang kerjanya Kantor Bupati setempat menyampaikan, mengatasi konflik antara gajah dan manusia itu tidak bisa dilakukan secara instan. Karena butuh cara dan dana mengatasinya, kendatipun demikian kita akan terus berupaya mengatasi persoalan ini. Jelas Darjo.

Dia menambahkan, sejauh ini pemerintah daerah sudah berupaya menangani persoalan itu  dimana sebelumnya telah membuat parit isolasi, dan menempatkan CRU guna untuk menghalau kawanan gajah memasuki pemukiman masyarakat. Kata Darjo.

” Terkait dengan masyarakat Trsnsat yang mengongsi, Pemda Bener Meriah melalui BPBD dan Pihak Kecamatan telah menyalurkan bantuan masa panik, seperti Beras, telor, endomi ” jelasnya.

Untuk langkah selanjutnya lanjut Plt Bupati Bener Meriah, kita akan segera menyurati Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) Provinsi Aceh di Banda Aceh guna untuk mengatisi persoalan ini. Karena untuk sementara dana bantuan kedaruratan kita sudah tidak ada lagi. Jelas Darjo.

Langkah serius yang ditunjukan  Pemda Bener Meriah menangani persoalan gajah, Plt Bupati terus melakukan koordinasi dangan jajarannya agar pihak yang berkaitan langsung bisa mengambil sikap dan langkah yang ditempuh secepatnya mengatasinya. ( Gona )

Komentar Anda
SHARE