Harimau Mangsa Dua Ekor Kerbau di Linge, Yan Kule: Setahun Bisa Tiga Kali Turun

TAKENGON: Warga diseputaran Kute Keramil, Kecamatan Linge, Aceh Tengah sontak dikagetkan dengan kehadiran dua ekor Harimau dalam beberapa hari ini, sang Raja Hutan ini diketahui memangsa dua ekor kerbau milik warga.

Dari penuturan Aman Nusi dan Sauti warga Kute Keramil, Harimau memangsa dua ekor kerbau berjarak satu kilometer lebih dari pemukiman penduduk. Mereka mengetahui kejadian itu sekitar pukul 16.10 Wib.

“Kami baru mengetahui sekitar pukul 16.10 wib. Kami mengira harimau memangsa korbannya sekitar pagi hari sekitar pukul lima pagi dari sisa yang ada terlihat ada bekas cakaran di kulit kerbau yang terbuang,” jelas Aman Nusi dan Sauti.

Warga, kata Aman Nusi sangat ketakutan bila sudah mendengar ada hewan bercorak “loreng” tersebut mendekat kepemukiman warga. “Warga saat ini sangat ketakutan dan tidak berani mencari kayu bakar dan kebutuhan lainya jauh-jauh dari pemukiman,”jelasnya

Warga setempat, sebenarnya sangat berharap pihak terkait terutama pihak BKSDA segera melakukan penanganan terkait hal ini.

Sementara itu, menurut Sofyan Alias Yan Kule, sosok yang pernah dikenal sering berpetualang mencari jejak harimau mengatakan Harimau dalam satu tahun bisa tiga kali turun mendekati pemukiman warga. Kedatangan harimau menurut Yan Kule adalah untuk mencari makan untuk memberi makan bagi anaknya yang baru lahir.

Seperti yang terjadi di Desa Kute Keramil, menurut Yan Kule, Harimau datang dengan membawa anaknya yang masih kecil. “Kebiasaan Harimau anaknya tersebut disembunyikan tidak jauh dari dirinya (Harimau-red) mencari makan. Biasanya bulan rajab harimau pasti muncul,” sebut Yan Kule.

Menurutnya, harimau itu bukannya datang untuk menganggu masyakat tapi hanya mencari makan, “Sebenarnya mendengar kabar Harimau turun saya berhasrat untuk datang kesana guna menghalau sampai ke hutan lebat dan Harimau turun hanya untuk mencari makan bukan menganggu masyarakat,”kata Yan Kule.

Peristiwa ini sebenarnya bukan kali pertama, sebelumnya harimau juga pernah memasuki ke pemukiman warga, keberadaan hutan yang semakin sempit menjadi penyebab meningkatnya konflik satwa liar dan manusia. (Putra Gayo)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!