Harga Kopi Gayo di Lokal Lebih Tinggi Dibanding Terminal New York, Eksportir Mengeluh Rugi

REDELONG:Kian membaiknya harga kopi arabika Gayo saat ini kian menuntungkan petani kopi Gayo. Namun tidak demikian halnya dengan para eksportir, beberapa eksportir mengeluhkan mengalami kerugian akibat harga kopi di tingkat lokal lebih tinggi daripada harga kopi di terminal pasar New York.

Seperti yang disampaikan oleh Wein Burhan salah satu pengurus di koperasi perdagangan Redelong Organic, Bener Meriah ” Harga jual kopi ditingkat local yakni, 7,5 USD/ Kg ready eksport sementara harga kopi di luar negeri saat ini hanya 6,65 USD untuk konvensional, sedangkan untuk organic Fairtrade 7,2 USD, hal ini mengakibatkan kami rugi sebesar 0,3 USD atau Rp 3.900/ kg ” jelasnya.Jumat ( 6/4/2018).

Padahal kata Burhan, pihaknya telah menandatangani kontrak sehingga berkewajiban untuk melakukan pengiriman kopi kepada buyer di Amerika. “ Jika kita tidak melakukan pengiriman akan terjadi claim atau blak list sehingga kedepannya kita terancam tidak bisa meng ekspor kopi keluar negeri”jelasnya.

Menurut Burhan, tahun sebelumnya pihaknya mampu meng ekspor kopi 1-3 kontainer/ bulan atau 57,6 ton perbulan, sementara itu saat ini, pihaknya hanya melakukan pengiriman satu kontainer saja hal itu di akibatkan, tidak adanya kecocokan harga.

Hal lainnya kata Burhan, di Bener Meriah saat ini produktifitas kopi menurun. Kurangnya hasil panen kopi diakibatkan oleh banyaknya kopi masyarakat Bener Meriah yang tidak produktif karena sudah berusia tua sehingga diperlukan rehabilitasi.

“Usia produktif kopi arabika didaerah kita 5 sampai 22 tahun jika tidak tidak dilakukan rehabilitasi seperti halanya pemangkasan, pembalikan tanah, pemberian pupuk kompos. Jika peremajaan itu tidak dilakukan otomatis, tidak ada peningkatan produktivitas,” sebut Burhan.

Selain faktor kurangnya produktivitas hasil panen kopi, faktor lainnya adalah perubahan iklim yang berdampak pada hasil panen kopi Gayo.

Burhan mengaku, akan menghadiri acara pameran, Specialty Cofee Of Amerika (SCAA) di Seattle 19-22 april 2018 dan acara cupping nusa coffee di Vancouper Kanada pada bulan 23-25 April 2018 . “ Pada kesempatan itu kita akan menyampaikan, kondisi kopi saat ini di tanah Gayo dan kita berharap, kedepanya harga jual kopi ekspor juga lebih tinggi” katanya.

Sementara itu, salah seorang pengusaha kopi Bener Meriah Darul Kenred (40), berharap, harga kopi gayo tetap meninggkat sehingga Petani di Kabupaten Bener Meriah dapat sejahtera.” Saat ini, kopi gayo sudah mulai dikenal di Negara kita hal itu terbukti dari banyaknya permintaan local dan harganya lebih tinggi dari pada harga eksport,” ujarnya

Selaku pengusaha Darul berharap kopi gayo kedepanya akan lebih dikenal lagi dengan demikian, serapan kopi untuk Indonesia akan lebih besar lagi sehingga harga jual kopi gayo secara otomatis akan terus meningkat, seperti harapan petani. (Uri)

SHARE