Hamzah Tun: Banyak Pinus Mati, Penderesan di Seputaran Lut Tawar Masalah Serius!

TAKENGON: Kian “tergerusnya” hutan pinus karena diambil getahnya di dataran tinggi Gayo akibat kini telah menjadi kekhawatiran berbagai kalangan. Sebagian besar pohon-pohon Pinus bahkan telah banyak yang kering dan mati.

Anggota Komisi A DPRK Aceh Tengah, Hamzah Tun kepada Kabargayo, mengingatkan kondisi ini harus menjadi perhatian bersama dan tidak bisa terus dibiarkan”Pemerintah harus turun tangan, jangan diam saja” ujarnya.

Hamzah Tun, mencontohkan di kawasan danau Lut Tawar saja, pohon-pohon pinus yang selama ini menjadi pemandangan indah dengan danaunya, hari ke hari makin banyak pinus yang mati, dampak dari penderesan getah pinus dengan cara salah dan membabi buta, seperti di Rawe, Bewang dan beberapa tempat penderesan lainnya di seputaran danau.

“Kita menghimbau stop penderesan, karena kalau dibiarkan maka hutan pinus di dataran tinggi Gayo akan hancur” tegas Hamzah Tun. Dirinya sebagai anggota DPRK Aceh Tengah akan membicarakan masalah ini dengan Bupati Aceh Tengah.

Sementara itu, masyarakat setempat di kawasan danau juga mengaku resah dengan kondisi ini, anehnya mereka tidak tidak tahu siapa sebenarnya yang melakukan penderesan, di satu sisi masyarakat dilarang untuk menebang pinus meskipun untuk kebutuhan mereka di lain pihak aktivitas penderesan terus terjadi dan membuat pohon-pohon pinus yang berada di kawasan hutan lindung akan mati.

Dapat dipastikan kerusakan hutan pinus di seputaran danau karena penderesan dipastikan akan juga merusak danau, kelestariannya akan terancam, bukan itu saja, dampaknya juga bakal dirasakan masyarakat yang tinggal diseputaran danau.

“Artinya, ini bukanlah persoalan sepele, ini masalah serius yang dibutuhkan penanganan segera dari pihak terkait, untuk mencegah dampak-dampak yang tidak kita inginkan”jelas Hamzah Tun. (Putra Gayo)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!