Gurat Senja di Kota Tua Takengon

Oleh: Wien Pengembara**

Masih seperti dulu, geliat senja bertabur asa pada setiap langkah di kota Tua Takengon

Menjelang malam, sudut-sudut kota tua Takengon tetap saja setia bercerita diantara gelas-gelas kopi

Misteri berjuta kemungkinan senja bersama gelak tawa dan ratapan di relung jiwa lorong-lorong waktu tak berujung

Raut kepayahan petani memikul sekarung kopi, bising suara kendaraan dan bunyi palu kuli bangunan diantara deretan toko-toko yang akan dibangun

Lalu senja berlahan redup terbuai pelukan senja di Kota tua Takengon disambut lantunan azan magrib dan doa penuh harap kemudian sepi

Masih seperti dulu, malam selalu saja sendiri menunggu pagi di kota tua Takengon

Dan harapan tetap berlabuh di kota tua Takengon

** Penulis adalah seorang wartawan di Aceh Tengah

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!