Guna Selesaikan Sengketa Tapal Batas Bupati Temui Masyakat Rikit Musara

REDELONG : Untuk menghindari terjadinya konflik masyarakat kelompok tani di perbatasan Bener Meriah dan Aceh Utara, Bupati Ahmadi turun langsung ke Kampung Rikit Musara, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Selasa (1/8).
Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Bupati Bener Meriah tersebut guna melakukan musyawarah untuk mencari solusi terbaik penyelesaian sengketa antara kelompok tani Pantan Antara Kecamatan Permata, Bener Meriah dengan kelompok tani Peu Saboh Hate Rakan, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Turut hadir dalam rombongan Bupati, Kapolres Bener Meriah AKBP. Fahmi Irwan Ramli, SH, S.I.K, M.Si, Sekda Drs. Ismarissiska, MM, Pabung 0106 Bener Meriah Mayor (INF) Syamsirmas, Danramil Permata, Kasat Reskrim, Kasat Sabara, Kapolsek Permata, Sekcam Permata, aparat Kampung dan masyarakat Kampung Rikit Musara. Turut pula hadir dalam kesempatan itu Kapolsek Sawang, serta para ketua kelompok tani Saboh Rakan, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Bupati Ahmadi, SE dalam kesempatan itu menyampaikan, tujuannya datang menemui masyarakat Rikit Musara dan masyarakat Aceh Utara tidak lain dan tidak bukan untuk mencari solusi penyelesaian sengketa lahan yang terjadi, lantaran belum jelasnya titik koordinat tapal batas kedua kabupaten itu. “Tujuan pertemuan kita dirumah ALLAH SWT ini (Menasah Nurul Ikhlas-red) untuk mencari simpul penyelesaian permasalahan.”kata Ahmadi.

Bupati Bener Meriah meminta agar masyarakat Rikit Musara dan masyarakat Aceh Utara untuk mempercayakan dirinya dalam menyelesaikan sengketa lahan kedua kabupaten akibat miskomunikasi lantaran missuratnisasi.

“Saya hadir disini untuk meminta waktu kepada masyarakat semua, baik masyarakat Kelompok Tani Pantan Antara dan masyarakat Kelopok Tani Peu Saboh Hate Rakan, Kecamatan Sawang, Aceh Utara guna menyelesaikan permasalahan ini, boleh tidak.”Tanya Ahmadi yang disambut ucapan boleh dari kedua belah pihak sore itu.

Untuk itu Bupati Bener Meriah meminta agar kedua belah pihak sementara waktu menghentikan segala kegiatan di lokasi sengketa untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “tolong beri waktu kepada kami selama sebulan ini, terhitung sejak Tanggal 1 Agustus hingga Tanggal 1 September 2017 untuk menyelesaikan permasalahan tapal batas ini,”pinta bupati Ahmadi.

Pantauan di dalam Menasah Nurul Ikhlas, usai kedua belah pihak menyetujui untuk tidak melakukan aktifitas selama satu bulan di area yang disengketakan, dengan penandatanganan berita acara kedua belah pihak, rombongan bupati Bener Meriah kembali ke ibu kota Kabupaten.(REL)

Komentar Anda
SHARE