Grafik Covid-19 Menurun, Tingkat Kesembuhan Capai 93,4 persen

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon: Grafik kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Aceh terus mengalami penurunan. Hingga hari ini masih tetap berada di angka 152 orang, sedangkan angka kesembuhan berada pada 142 orang, sehingga persentasi kesembuhan mencapai 93,4 persen.

Juru Bicara Satgas penaganan Covid-19 di Kabupaten Aceh Tengah dr Yunasri mengatakan, sejak 22 Oktober 2020 kasus konfirmasi positif nihil, pihaknya terus berupaya bagaimana menurunkan angka kesakitan dan angka kematian di bulan November ini.

Read More

“Selama 10 hari terakhir, Allhamdulillah kasus konfirmasi porsitif tidak ada, ini sebagai bahan, nanti dari hasil penyelidikan Surveilans dan Efidemiologi dihitung selama dua minggu terakhir, apakah ada perkembangan kasus atau tidak, jika tidak maka zonasi Aceh Tengah akan berubah,” terang Yunasri, Selasa 03 November 2020.

Hingga hari ini katanya, Aceh Tengah masih bertahan di zona orange. Pihaknya masih menunggu hingga tangal 08 November 2020. “Karena belum sampai dua minggu, setelah dua minggu nanti akan dilakukan evaluasi, baik tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten,” katanya.

Hingga hari ini, dua pasien konfirmasi positif Corona masih dirawat, sedangkan 3 lainya telah habis masa perawatan dan masih berstatus dalam pantauan. Tingkat kesembuhan sebanyak 142 orang dari 152 dan 5 pasien telah meningal dunia. Dari angka ini, angka kesembuhan dipersentasikan sebesar 93,4 persen.

Perkembangan Covid-19 dari awal Maret hingga Juni 2020 Aceh Tengah tanpa kasus, awal mulanya merebak pada bulan juli 2020 sebanyak 7 orang, agustus sebanyak 17 orang, September 53 orang dan angka tertinggi kasus konfrimasi pada bulan september mencapai angka 75 orang.

“Kita berupaya bulan November ini nihil kasus positif, apalagi kita barusaja siap libur panjang, tentu pemantauan dan tracing bagi pelaku perjalanan harus didata secara akurat, jujur adalah kunci sukses kita menurunkan angka kesakitan Covid-19,” katanya.

Katanya lagi, hingga hari ini Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten belum mencabut aturan bagi pelaku perjalanan. Harus menjalankan proses administrasi diantaranya KTP, hasil Swab dan minimal hasil Rapid test.

“Meski saat ini Aceh Tengah nihil kasus baru, bagi pendatang tetap wajib membawa hasil Swab dan Rapid test, sesuai surat edaran Kemendagri, Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Tengah tentang antisipasi penyebaran Covid-19,” terang Yunasri.

Lain itu katanya, tim Satgas tetap menjalankan program operasi Yustisi untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten berhawa sejuk itu. Tujuanya kata dia, untuk menurunkan angka kesakitan, penguatan pencegahan, terlebih program dari Provinsi Aceh saat ini terus diproklamirkan disetiap daerah dengan judul Gerakan Nakes Aceh Cegah Covid (Gencar).

“Program ini mulai mulai tanggal 1-10 November 2020, setiap hari dilaporkan ke provinsi, jika ada gejala harus laporan baik itu dinas kesehatan, puskesmas, Polindes dan Pustu. Setiap hari update laporan ke provinsi, jika ada gejala gejala dan kontak erat wajib diisolasi, ini program Gencar,” tutup dr Yunasri.

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts