GMNI Tuntut Mapolres Ateng Selesaikan Kasus Korupsi

0

image

TAKENGON- Puluhan perwakilan GMNI Aceh Tengah melakukan aksi demo di depan mapolres Aceh Tengah, (15/7). Kedatangan para anggota GMNI bukan tanpa sebab, selama ini anggota GMNI merasa penanganan kasus korupsi yang di tangani oleh pihak polres terkesan lambat atau jalan di tempat.

Seperti kasus Festifal Danau Lut Tawar, Percetakan sawah baru karang ampar, serta dana desa. “Kami sangat menyayangkan lambatnya penanganan kasus yang terjadi di Aceh Tengah,” kata Mulyadi koordinator aksi.

Lain itu, kasus lainya terkait dengan dana gempa yang melibatkan salah satu oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten daerah setempat, sampai hari ini tidak ada titik terangnya dari pihak polres Aceh Tengah. “kasus dana gempa tersebut jelas-jelas melibatkan oknum anggota DPRK, dengan saksi dan data yang lengkap, namun bagaimana sekarang, dan sejauh mana sudah,” tanya Mulyadi didampingi Asra.

Beberapa kasus yang ditangani oleh polres harus segera di selesaikan oleh kapolres baru AKBP Eko Wahyudi, pinta Mulyadi. “Apalagi dengan terpilihnya putra terbaik Indonesia bapak Tito, tentu semua pihak berharap, kasus korupsi harus segera diungkap untuk memasalahatan masyarakat Gayo secara umum, lanjut Mul pangilan sehari-harinya.

Aktivis GMNI menyampaikan aspirasinya di depan mapolres dengan mengunakan pengeras suara, juga meminta untuk bertemu langsung dengan AKBP Eko Wahyudi untuk menyerahkan dokumen dugaan korupsi yang terjadi di Aceh Tengah. “Kami ingin bertemu dengan kapolres Aceh Tengah,” teriak Asra dengan semangat membara.

Namun sayang, harapan untuk bertemu dengan Eko Wahyudi digantikan dengan kehadiran Kabag Ops Polres Aceh Tengah Kompol Benny. Benny yang baru menjabat sebagai kabag Ops meminta kepada anggota GMNI untuk menjadwalkan waktu untuk bertemu dengan kapolres.

“Maaf kawan-kawan semua saat ini bapak kapolres sedang ada kegiatan, nanti tolong jadwalkan ulang pertemuan dan berkas adik-adik akan kami sampaikan,” kata Kompol Benny.

Anggota GMNI yang datang sekira pukul 10.15 Wib dengan membawa atribut bendera, melangkah dari posko di jalan Lebe Kader langsung mendapatkan pengawalan dari anggota Lantas mapolres setempat, hingga bubar satu jam setengah setelah menyuarakan aspirasinya.(Putra Gayo)

Komentar Anda
SHARE