GMNI dan PETA Bener Meriah Tuntut Muhammad Ja’far Minta Maaf 

REDELONG :  Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) yang di ketuai Aramiko Aritonang dan Pembela Tanah Air ( PETA ) Radinal Sagita, menuntut Asisten I Muhammad Ja’far meminta maaf pada masyarakat Gayo, hal tersebut di sampaikan Aramiko Aritonang Selasa ( 25/10 ) Kepada Pemerintah daerah dan DPRK Bener Meriah diruang Offroom Bupati Bener Meriah. 

“Menyikapi sikap pejabat Bener Meriah yang dikhawatirkan dapat memicu konflik SARA , yang dilakukan Asisten I Pemda Bener Meriah Muhammad Ja’far kita juga telah melakukan mediasi dan meminta komitmen Pemerintah daerah untuk mengambil sikap tegas atas apa yang dilakukan Asisten I tersebut”ujar Aramiko Aritonang.
Bahkan atas permasalahan tersebut lanjut Aramiko, organisasi PETA telah menyampaikan pada  Bupati Bener Meriah untuk menindak tegas sikap tak pantas pejabat yang dinilai kami telah melukai hati masyarakat  ungkap Aramiko. 

Namun langkah langkah yang kami tempuh tersebut sampai hari ini belum tercapai, untuk itu kedatangan kami pada hari ini meminta ketegasan Pimpinan daerah antara Eksekutif dan legislatif menindak tegas Muhammad Ja’far, ujarnya, seraya menambahkan pihaknya meminta Muhammad Ja’far mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada masyarakat yang dilakukanya melalui media elektronik dan media cetak, pinta Aramiko.

GMNI melalui Aramiko meminta kepada Sekertaris Daerah ( Sekda ) Drs Ismarissika dan Ketua DPRK Guntarayadi agar membuat sebuah petisi yang ditandatangani bersama serta meminta agar Muhammad Ja’far asisten I digantikan juga meninggalkan Bener Meriah karena kami menilai dia sebagai pemicu konflik sara di Bener Meriah, karena upaya yang kami lakukan dari pertama kali meminta pemerintah daerah mengambil tindakan, namun tindakan hukum maupun tindakan teguran keras pada pejabatnya yang telah bersikap tidak etis menurut kami belum  ada di lakukan Pimpinan daerah ini, sehingga mengakibatkan sampai terjadi insiden pemukulan, ucap Aramiko.

Sementara itu Ketua PETA Bener Meriah  Radinal Sagita mengatakan, kami mengharapkan dalam pelaksanaan Pilkada dimana pada saat ini telah melangsungkan tahanan tahapanya, berjalan dengan aman, nyaman namun bila sikap yang ditunjukan pejabat daerah yang kami nilai sangat tidak pantas ini dapat memicu terjadinya hal hal yang tidak kita ingini untuk itu pemerintah daerah dan DPRK segera menyelesaikan permasalahan ini. Kata Radinal.

Hamdani wakil ketua PETA Bener Meriah dalam kesempatan itu juga mengatakan, sebelum kita membuat petisi dan tindakan lainnya, kita perlu mempertanyakan dulu nawaiytu ( niat ) Muhammad Ja’far terhadap kita, apakah dia mau mengakui kesalahanya dan meminta maaf, jangan jangan yang bersangkutan tidak tau pun dengan apa yang kita minta ini untuk ini perlu ditanyakan dulu pada yang bersangkutan tersebut. Terang Hamdani, sementara anggota PETA lainnya Ardian juga menambahkan ” Saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan Hamdani, karena jujur secara pribadi tidak menerima sikap Muhammad Ja’far, terlebih lebih dia telah merendahkan martabat sosok tokoh bapak Tagore Abu Bakar  yang telah banyak memberikan andil untuk daerah ini. Tegas Ardian. 

 Sekda Bener Meriah Drs Ismarissika, menyikapi apa yang disampaikan dari GMNI dan PETA menyebutkan, kami telah menangani permasalahan ini, namun beberapa hari ini memang Plt Bupati sangat sibuk dan kami pun sangat sibuk akan tetap permasalahan ini akan kita tuntaskan mengenai sangsi dan tindakan tegas terhadap asisten I tersebut tentunya harus dengan regulasi regulasi yang tepat  . 

” Regulasi memberikan sangsi kepada  dia sebagai pejabat daerah memang wewenang Pemerintah daerah, namun menyangkut masalah masyarakat itu harus secara bersamaan antar eksekutif dan legislatif memutuskan. Kata Ismarissika.

Guntarayadi ketua DPRK Bener Meriah mengatakan, mari kita selesaikan permasalahan ini dengan secara arif dan bijaksana, agar keputusan yang ditempuh tidak menimbulkan hal hal yang tidak kita ingini bersama. Ujar Guntarayadi ( Gona ) 

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!