Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020 Digelar Pemko Banda Aceh

0


BANDA ACEH: Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017 yang jatuh pada 21 Februari lalu, ribuan pemuda-pemudi yang tergabung dalam 100 komunitas ikut serta dalam “Gerakan untuk Indonesia Bebas Sampah 2020”, Minggu (26/2/2017) di Ulee Lheue, Banda Aceh.

Bersama-sama dengan unsur Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh, para peserta yang mayoritas berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa turun tangan mengutip sampah anorganik maupun organik di delapan titik di seputaran destinasi wisata pantai favorit warga Banda Aceh tersebut. Adapun komunitas yang terlibat antara lain Sahabat Hijau, ICAIOS, Earth Hour Aceh, Forum Duta Lingkungan Aceh, Mapala Hukum Unsyiah, dan Himabios UIN Ar-Raniry.

Sabtu (25/2) kemarin, kegiatan serupa dengan metode penyelaman juga digelar di kawasan Ulee Cot. Di sana, sekira 136 ton sampah berhasil diangkat dari dasar laut. “Kami mengapresiasi aksi nyata adik-adik dari komunitas diving dan para nelayan yang telah membersihkan laut kita,” ungkap Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sambutannya.

Dan aksi kita hari ini merupakan kolaborasi antara100 komunitas peduli lingkungan dan pemerintah untuk berjuang bersama-sama mewujudkan Indonesia bebas sampah pada 2020, dan Banda Aceh ikut andil dalam gerakan tersebut,” ungkapnya lagi.

Ia menyebutkan, mewujudkan kota bersih tidak dapat hanya mengandalkan pekerja kebersihan tapi juga menuntut partisipasi yang tinggi dari seluruh warganya untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Menurutnya, Piala Adipura yang terus diraih Banda Aceh menjadi bukti kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumbernya terus meningkat. “Gerakan memilah dan mendaur ulang sampah yang kita galakkan telah memberi dampak ekonomis bagi masyarakat, terutama di gampong-gampong yang telah memiliki bank sampah. Ke depan kita upayakan seluruh gampong di Banda Aceh akan memiliki bank sampah.”

Ia menambahkan, salah satu langkah kecil yang dapat dilakukan warga untuk mengurangi sampah yakni dengan membawa keranjang atau tas sendiri dari rumah saat hendak berbelanja. “Hal ini sebenarnya sudah dicontohkan oleh para orang tua kita dahulu. Kami juga sangat mendukung tagline kegiatan hari ini yakni ‘Nenek moyangku seorang pelaut, tidak membuang sampah ke dalam laut’,”.

Gerakan untuk Indonesia Bebas Sampah 2020, sambungnya, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Insya Allah bila kota kita bersih, hijau dan sanitasinya juga baik, maka kehidupan masyarakatnya juga akan baik dan sehat. Harapan kami pemuda terus berada di garda terdepan dalam menyukseskan gerakan ini,” pungkasnya.

Turut hadir pada acara tadi Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Husni Syamaun, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banda Aceh Iskandar, dan sejumlah Kepala SKPK di lingkungan Pemko Banda Aceh serta sejumlah Kabag di lingkungan Setdako Banda Aceh. (REL)

Komentar Anda
SHARE