Gepeng di Takengon, Persoalan Lama Masalah Baru

0

TAKENGON:Fenomena Gepeng (pengemis) kembali rambah kota Takengon. Para peminta-peminta kerap mengharapkan belas kasihan dengan berbagai modus. Salah seorang pengemis bersama anaknya, diamankan oleh Satpol PP yang kemudian diserahkan ke Dinas Sosial Aceh Tengah, Jumat, 31/3/2016.

Berpenampilan lusuh dan membawa berapa buntelan yang berisi berbagai perlengkapan dan anak yang menderita keterbelakangan mental”Nama ibunya Yusniar, Dia adalah warga Kabupaten Pidie, sudah empat kali pihak Dinas memulangkannya ke Pidie, namun kembali lagi”Kata Fakruddin, Kepala Dinas Sosial Aceh Tengah.

Pihak Dinas Sosial mengaku kebingungan mengatasi yang bersangkutan, karena membandel, dia meminta-minta dipinggir jalan di seputaran kota Takengon, bahkan kerap menggelar tikar di lampu Merah dan mengganggu pengguna jalan. Sebelumnya pihak dinas telah memberikan ongkos agar yang bersangkutan pulang ke kampung halamannya namun tetap saja perempuan yang berusia sekitar 50 tahun ini datang kembali.

“Kami ingin masyarakat tahu, Kita telah berusaha maksimal untuk mengatasi hal ini, kalau menurut peraturan yang ada peminta-peminta tidak dibolehkan, namun kita berusaha untuk tetap memperlakukan mereka sebagai manusia, jadi kita berupaya melakukan pembinaan, salah satu caranya adalah memulangkan mereka ke kampung halamannya”sebut Fahkruddin.

Kadis Dinas Sosial ini berharap masyarakat  dapat memahami jika setelah melakukan pembinaan namun mereka tetap saja membandel, maka pihak berwenang akan melakukan tindakan sesuai peraturan yang ada” Jadi kami berharap kami tidak lagi disalahkan jika menggunakan tindakan sesuai peraturan yang ada”jelasnya.

Untuk mengatasi menjamurnya Gepeng  (Pengemis), Dinas Sosial Aceh Tengah berkerjasama dengan Satpol PP rutin menggelar razia penertiban. Hasilnya, sejumlah pengemis yang terdata sebagai “pemain” lama berhasil dijaring.

“Setelah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pidie, ibu dan anak ini diantar pihak dinas  mengunakan mobil rescue ke Pidie,   Kita berharap mereka dapat dibina supaya bisa mandiri dan tidak lagi mengganggu ketertiban umum” jelasnya lagi.

Ia juga menambahkan pihaknya mencurigai untuk masalah Gepeng ini mempunyai sindikat” Kita sedang berusaha mengungkapnya” pungkasnya.(Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE