Gedung Tagana Aceh Tengah Diresmikan,

  • Whatsapp
Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar didampingi Kadis dinas sosial Aulia Putra saat meresmikan geduk Tagana (Photo/kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon: Gedung Taruna Siaga Bencana (Tagana) Aceh tengah diresmikan, anggaran bangunan lanjutan tahap kedua itu bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus).

Kepala dinas Sosial Aceh Tengah Aulia Putra mengatakan, meski telah diresmikan, gedung menelan anggaran miliaran rupiah itu masih butuh bantuan dari Pemkab dan Pemerintah Provinsi, terutama dalam proses finishing dan peralatan/mobiler.

Read More

“Mobiler sangat kami butuhkan, untuk mendukung operasional unsur pilar sosial dibawah naungan Dinas Sosial Aceh Tengah, mengingat perkembangan dinamika pelayanan ditengah masyarakat berlaku dinamis,” kata Aulia, Sabtu 09/01/2021.

Menurut Aulia, kedepan pihaknya berencana akan membangun rumah singgah dibelakang kantor yang usai dibangun itu, mengingat lahan masih tersedia.

“tahun 2021 kita rencanakan, karena Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sangat membutuhkan rumah singgah, nantinya mereka akan dititip disana,” katanya.

Kendala lain katanya, lokasi perparkiran dilokasi itu kian menyempit, kedepan upaya itu akan dioptimalkan

“Ada beberapa lahan yang belum optimal, kedepan pembangunan lahan parkir diharapkan dapat terwujud,” tutup Aulia Putra.

Terpisah, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengatakan, kebutuhan petugas dalam tanggap bencana di Kabupaten berhawa sejuk itu sangat dibutuhkan. Ia turut mengapresiasi personil Tagana, PKH dan unsur pilar sosial lainya.

“Saya melihat, dimana ada bencana, disitu ada pilar sosial, ini yang harus diberi apresiasi,” kata Shabela.

Sedangkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) berharap ada perubahan data untuk mendekati keadilan didalam dunia ini. Kata dia, masyarat Aceh Tengah perlu didata ulang tentang kategori miskin.

“Masih ada masyarakat miskin yang tidak menerima bantuan sebelum Covid, padahal dia masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT), bahkan masih ada yang tidak mau mengaku miskin, sehingga bantuanya dikembalikan, begitu Covid-19 melanda, namanya kembali muncul oleh pusat, tapi bantuan tidak mau dikembalikan,” pungkas Bupati berharap petugas melakukan validasi data ulang. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts