Gayo Art To The World Meriah Pemerintah Daerah “Tak Hadir”

Gayo art to the world (seni Gayo untuk dunia) tentu banyak kalangan masyarakat gayo pada umumnya penasaran dengan acara ini, yang mana acara ini adalah salah satu program dari mahasiswa Gayo di Medan, Sumatera Utara.
HIMABEM-SU (Himpunan Mahasiswa Bener Meriah Sumatera Utara) adalah salah satu organisasi daerah yang diramaikan atau diikuti oleh banyak mahasiswa dan tidak mengenal suku, secara umum adalah mahasiswa Bener Meriah yang berada di Sumatera Utara.

Tepatnya pada hari Senin 15 Mei 2017 acara Gayo Art To The World ini berlangsung yang mana sesuai dengan hasil ide-ide kreatif para pengurus beserta anggota lainnya, akhirnya telah melaksanakan keinginannya yang beberapa hari kebelakangan ini sangat mereka idamkan.

Acara Gayo Art To The World ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Tetue Gayo Medan Sumatera Utara, di antaranya adalah bapak Fajar erfani, SH yang sekarang adalah pengurus Gayo Musara Sumatera Utara, bapak Junaidi Adi Putra, SH.MH selaku penasehat umum HIMABEM-SU selain menjadi dosen pengajar beliau juga sebagai Dekan UNIVA salah satu kampus yang berada di Sumatera Utara.

 Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Kasmadi yang sering di sebut pakcik Iwan panggilan akrab mahasiswa juga sebagai penasehat HIMABEM-SU selain itu juga beberapa orang perwakilan himpunan mahasiswa dari Banda Aceh, yang mana salah satunya adalah ketua umum HPBM-Banda Aceh, dan turut hadir juga beberapa pengurus organisasi mahasiswa beserta anggotanya di antaranya IMAGA, IMATA, KERAWANG GAYO yang turut menyaksikan acara yang di buat oleh para pengurus HIMABEM-SU.

“Saya sangat tertarik dengan acara Gayo Art To The World yang dibuat oleh HIMABEM yang mana dengan rangkaian seni ini, ditunjukan  pada dunia bahwa inilah kesenian Gayo. Kegiatan ini merupakan  wujud kreativitas melalui seni dan budaya karena bahwasanya seni dan budaya sangat berpengaruh untuk keperibadian kita, maka hidupkanlah seni dan budaya tentu akan merubah kepribadian kita menjadi lebih baik” ungkap Fajar Erfani dalam kata sambutannya.

Adapun acara ini menampilkan, dan memperkenalkan beberapa kesenian Gayo yang merupakan persembahan dari  sanggar yaitu, Sanggar Tari HIMABEM-SU, Sanggar Tari IMAGA, Sanggar Tari IMATA, Sanggar Tari SIREMAGA, dan juga Tari Saman dari KERAWANG GAYO, Didong Gayo dari HIMABEM-SU yang sudah tidak lagi asing dengan sebutan nama Runcang Senye.

Dan yang spesialnya acara ini juga menampilkan musisi muda Tanoh Gayo yaitu Misdhalina, Teuku Aga yang merupakan kreografer muda Tanoh gayo, dan juga dimeriahkan oleh Trashyum band, HIMABEM Band, dan juga IMATA Band.

Acara ini berlangsung meriah sehingga Gedung Taman Budaya yang hanya dapat menampung 500 orang tidak cukup untuk para pengunjung yang ingin menyaksikan acara tersebut. Para pengunjung  yang datang diperkirakan melebihi dari 500 orang.

Dari jumlah pengunjung yang hadir dapat dilihat betapa cintanya mahasiswa terhadap seni dan budaya Gayo sehingga banyak yang berbondong datang demi menyaksikan acara yang di rangkai oleh HIMABEM  yaitu Gayo Art To The World.

Namun yang sangat disayangkan  adalah kenapa Pemda bahkan Pemprov sekali pun sepertinya tidak terlalu perduli dengan kesenian Gayo yang ada di Medan Sumatera utara, buktinya tidak ada perwakilan dari Pemerintah Daerah yang menyempatkan hadir dalam acara ini, bukankah mahasiswa itu merupakan generasi daerah yang akan menggantikan para pemimpin baik pejabat daerah nantinya.

Sementara acara ini sudah sangat jelas bertujuan untuk memperkenalkan seni Gyo untuk dunia, maka sudah seharusnya Pemda mendukung penuh dan menyempatkan diri untuk hadir menyaksikan acara ini, karena ini adalah merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua khususnya masyarakat dan mahasiswa Gayo yang ada di tanoh Hayo maupun di perantauan saat ini. (Suhardiman Asarga Linge)

Komentar Anda
SHARE