Gara-Gara Listrik  Hidup Mati Malam Hari  Wien Kerap Tabrak Dinding Rumah Hingga Kepala Benjol

0

REDELONG: Masyarakat Bener Meriah mengaku kesal listrik sering padam. Maklum saja memasuki bulan Ramadhan tahun ini masyarakat berharap tidak terjadi pemadaman listrik, tapi apa yang terjadi sejak awal Ramadhan hampir tiap malam “mati lampu” bahkan tanpa pemberitahuan sama sekali. 
“Bagaimana sih PLN, masak tega bulan puasa mati lampu, hidup-mati-mati hidup bikin kesal saja” ujar Win Godank, salah seorang warga Bener Meriah, Selasa (29/5/2017).

‘Giliran telat bayar saja PLN langsung datang mutusin, tapi pas ditagih bagaimana pelayanan kepada pelanggan mati-hidup sesukanya” tambah Win Godank.

Kekesalan Win Godank sebenarnya mewakili kekesalan masyarakat lainnya, bagaimana tidak, tarif listrik yang dipatok PLN sendiri telah mengalami kenaikan, seharusnya kenaikan tersebut sebanding dengan peningkatan pelayanan bukan sebaliknya makin buruk.

Bukan itu saja, seharusnya jika memang terjadi pemadaman, pihak PLN memberikan pemberitahuan, agar pelanggan bisa menyiapkan penerangan alternativ, misalnya menyiapkan lampu telpok, lilin atau alat penerangan lain, apalagi saat bulan Ramadhan ketika hendak sahur.

“Gara-gara mati lampu tiba-tiba saat malam hari, saya seringkali menabrak dinding rumah ketika hendak mencari lilin, kepala saya sering benjol, parahnya dua anak saya yang masih kecil berteriak menangis ketakutan karena gelap, coba bayangkan, mati lampu, anak menangis dan kepala saya benjol terbentur dinding. Coba kalau ada yang merasakan, kan rasanya kesal sekali” ujarnya sambil menunjukan bekas benjol dikepalanya, rumah Win Godank berdinding beton.

Win Godank berharap agar pihak PLN memperbaiki pelayanannya, terutama disaat Bulan Ramadhan ini. (Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE