Gapura Tapal Batas Bener Meriah Dengan Aceh Utara di KM 39 Didirikan Sejumlah Warga

REDELONG: Persoalan tapal batas antara Kabupaten Bener Meriah dengan Kabupaten Aceh Utara yang terus berlarut-larut membuat resah masyarakat Bener Meriah khususnya masyarakat Kecamatan Permata dan masyarakat yang berkebun di seputaran perbatasan tersebut.

Keresahan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya kebun yang mereka garap telah berpulah-puluh tahun itu diklaim secara sepihak oleh Aceh Utara masuk ke dalam kawasan Kabupaten mereka, padahal batas wilayah antara Bener Meriah dengan Aceh Utara batasnya itu di KM 37. Hal tersebut disampaikan Muhammad Yusuf salah satu masyarakat Rikit Musara Kecamatan Permata Senin ( 27/11/2018).

” Kami sudah mengarap kebun di sini sejak dari tahun 1980 dan tidak ada persoalan, namun beberapa tahun kebelakangan ini mereka ( Aceh Utara) telah mengusik perkebunan kami ” tuturnya.

Lebih lanjut Muhammad Yusuf mengatakan, hari ini masyarakat Bener Meriah yang berkebun di seputaran Rikit Musara, Pantan Antara berinisiatif mendirikan Gapura sebagai titik batas wilayah Kabupaten Bener Meriah tepatnya di KM 39 Kampung Rikit Musara. Ujarnya.

” Dengan didirikannya Gapura ini, kami berharap kepada Pemerintah Bener Meriah dan Aceh Utara lebih khusus pihak Propinsi agar menyelesaikan persoalan ini searif-arifnya tanpa merugikan masyarakat “. Pinta Muhammad Yusuf yang juga merupakan Reje Kampung Rikit Musara.

Menurutnya lagi, kalau sebelumnya Bener Meriah mengklaim batas wilayah di KM 37, sementara Aceh Utara mengklim tapal batas di KM 41 maka dengan langkah yang bijak kami masyarakat menginisiatif mendirikan Gapura sebagai bentuk Indentitas ke wilayah Bener Meriah di KM 39 Kampung Rikit Musara. Terangnya. ( Gona)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!